Pemkab Bantul Menargetkan Pembangunan Taman Milenial Capai 90 persen Minggu Ini
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus mengejar penyelesaian Taman Milenial di lahan eks Markas Komando Militer (Kodim).
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus mengejar penyelesaian Taman Milenial di lahan eks Markas Komando Militer (Kodim).
Dinas Lingkungan Hidup Bantul menargetkan ruang terbuka hijau (RTH) tersebut akan rampung pada akhir Agustus 2021.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Ari Budi Nugroho menjelaskan bahwa sesuai kontraknya, pembangunan RTH Taman Milenial membutuhkan waktu pengerjaan 90 hari kalender.
Baca juga: Harga Tes Swab PCR di Sejumlah RS dan Klinik di DI Yogyakarta Turun, Mulai dari Rp 490 Ribu
Pengerjaan telah dimulai pada akhir Mei 2021 kemarin, dan ditargetkan akan selesai pada 24 Agustus 2021.
"Kalau dari sisi progres saat ini sudah 70an persen, kalau minggu ini bisa dicor, berarti sudah 90 persen dan tinggal finishing seperti memasang tiang lampu dan sebagainya," ujarnya Kamis (18/8/2021).
Ari mengatakan bahwa Taman Milenial ini sifatnya integratif, menyambung dengan Taman Adipura dan Taman Layak Anak. Sehingga nanti diharapkan keberadaan taman-taman ini akan memiliki multifungsi.
Pihaknya tak ingin membangun taman hanya sekedar untuk menambah jumlah RTH yang ada, namun yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk aktivitas publik.
"Tidak hanya RTH pasif, tapi RTH publik yang aktif. Jadi tidak hanya untuk dipandang saja, harapannya tanamanya juga terpenuhi kemudian aktivitas publik juga bisa terpakai," ungkapnya.
Adapun tujuan dari dibangunnya Taman Milenial ini berawal dari melihat kondisi anak muda Bantul yang menggunakan Taman Paseban untuk beraktivitas menyalurkan hobi seperti skateboard, sepatu roda dan sebagainya. Padahal taman tersebut secara spesifikasi dan fungsinya tidak digunakan untuk aktivitas tersebut.
"Maka kita mencoba membangun RTH di Bantul dengan tema-tema. Ada taman layak anak dan yang kita bangun ini Taman Milenial. Tidak hanya anak muda yang bisa memanfaatkan taman ini, tapi ini lebih difokuskan mengakomodasi dinamika, hobi dan untuk mengekspresikan anak muda di Bantul," imbuhnya.
Ia berharap, dengan diberikan ruang, para anak muda ini dapat menyalurkan hobi di tempat yang semestinya, dan tentu saja dapat menorehkan prestasi. Ia khawatir, jika tidak diberi ruang, para anak muda ini akan menyalurkan kegiatannya ke hal yang bersifat negatif.
Baca juga: Beberapa Daerah PPKM Level 4 Mulai Diizinkan Membuka Mall, Kota Yogyakarta Tidak Termasuk
Adapun taman yang dibangun diatas lahan dengan luas sekitar 1.715 meter persegi ini, selain ada lintasan untuk olahraga skateboard, juga akan dibangun jogging track yang mengelilinginya. Pembuatan lintasan untuk olahraga skateboard tersebut telah didiskusikan dengan komunitas.
"Jadi harapannya jangan sampai kita membangun tapi tidak termanfaatkan. Kemudian nanti bisa untuk BMX karena areanya juga agak luas, bisa juga untuk sepatu roda. Di kawasan sekitarnya juga bisa untuk jogging track," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Ari juga berpesan agar Taman Milenial ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda.
"Tetapi kami berpesan, karena ini adalah aset milik bersama, dan dibiayai dengan anggaran pemerintah yang bersumber dari uangnya masyarakat, mohon dijaga kerapiannya, keindahannya," tutupnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pembangunan-taman-milenial-di-bantul.jpg)