RS JIH Kehilangan dr Agung Pangroso, Dokter yang Dikenal Punya Dedikasi Tinggi, Ini Sosok Almarhum

Kisah pilu terulang lagi di masa pandemi Covid-19. Rumah Sakit JIH baru saja kehilangan satu dokter terbaiknya, dr R Agung Pangroso SpAn.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Dokter spesialis anestesi RS JIH, dr Agung Pangroso SpAn meninggal dunia, Senin (16/8/2021) pukul 06.00 WIB 

RS JIH Kehilangan dr Agung Pangroso, Dokter yang Berdedikasi Tinggi Pada Kesehatan Manusia

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kisah pilu terulang lagi di masa pandemi Covid-19. Rumah Sakit JIH baru saja kehilangan satu dokter terbaiknya, dr R Agung Pangroso SpAn.

Kepergian Ipang, begitu ia kerap disapa, diumumkan langsung kepada publik di Instagram resmi @rumahsakitjih.

Sontak, kolom komentar akun media sosial itu dibanjiri ucapan belasungkawa dari warganet yang pernah dibantu dr Ipang saat melakukan operasi di RS JIH.

Baca juga: Moana Bike Tour Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan Lingkungan Melalui Gerakan Clean Up

Satu persatu mereka menyebutkan kebaikan dr Ipang dan usahanya untuk membantu pasien kembali sehat.

Tidak lupa, warganet juga mengucapkan turut berduka cita dan berharap keluarga serta rekan di RS JIH bisa diberi ketabahan.

Tribun Jogja mendapat kesempatan untuk mengobrol dengan dr Alief Radhianto, Manajer Pelayanan Medis RS JIH tentang dedikasi Ipang semasa menjadi dokter di RS JIH.

Alief baru saja pulang dari pemakaman Ipang di Gunungkidul, yang juga menjadi tempat keluarga Ipang dimakamkan.

“Tentu, kami merasa kehilangan karena dr Ipang itu orangnya berdedikasi tinggi. Orangnya humoris dan sering ngobrol dengan saya soal macam-macam, termasuk motor. Beliau kan hobi motor,” ujarnya membuka percakapan, Senin (16/8/2021).

Alief mengenal Ipang sejak tahun 2013, tahun dimana RS JIH juga masih dirintis menjadi rumah sakit ternama di DI Yogyakarta.

Di tahun tersebut, dr Ipang resmi bergabung menjadi dokter spesialis anestesi penuh waktu RS JIH.

“Bisa dibilang, beliau ini termasuk orang yang ikut membangun RS JIH. Waktu itu, di kamar operasi, pasien tidak sampai 100 orang per bulan. Sekarang, 300 orang per bulan, hampir seluruh operasi, beliau yang bius,” jelasnya menceritakan kenangan dengan sosok laki-laki kelahiran tahun 1980 tersebut.

Kegigihan Ipang terlihat dari cara dia bekerja. Dia adalah pekerja keras. Selama dia bisa membantu, maka dia akan membantu apapun yang dia bisa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved