PM Malaysia Mundur: Ini Alasan Pengunduran Diri Perdana Menteri Muhyiddin Yassin

Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengatakan Muhyiddin akan menjabat sebagai PM sementara

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Arif KARTONO / AFP
Seorang pria menonton televisi yang dipajang di sebuah toko pusat perbelanjaan ketika Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan pengunduran dirinya saat ia berpidato di depan negara selama siaran langsung di Kuala Lumpur pada 16 Agustus 2021. 

Sementara Anwar Ibrahim kembali bergerilya mengejar mimpinya menjadi penghuni Seri Perdana.

Anwar, yang telah menunggu selama 23 tahun termasuk dua kali dijegal, menjadi calon PM dari Pakatan Harapan yang berisi Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokrat (DAP), dan Partai Amanah.

Peluang Anwar sejauh ini masih terjal, karena dia tidak kunjung mendapat dukungan dari blok oposisi lain di luar 88 parlementarian Pakatan.

Walau menginginkan Muhyiddin mundur, bukan berarti 32 anggota parlemen lain otomatis mendukung Presiden PKR itu.

Sudah menjadi rahasia terbuka jika Mahathir tidak akan pernah mendukung Anwar, musuh bebuyutan politiknya, sebagai PM.

Mahathir dengan partainya, Pejuang, dan sekutu politik, partai regional Warisan dari Sabah, memegang 12 kursi yang krusial untuk ambisi PM Anwar.

Opsi lain Anwar adalah menjalin koalisi dengan UMNO dan kingmaker Gabungan Partai Sarawak (GPS).

Masalahnya, koalisi politik ini terbentur oleh penolakan UMNO dan GPS untuk bermitra dengan DAP yang identik sebagai partai Tionghoa Malaysia.

DAP juga memberi sinyal keberatan untuk membuka kerja sama politik dengan UMNO, rival politik yang kerap mereka sebut korup dan rasis.

Tanpa dukungan antara satu dari Mahathir, UMNO, dan GPS, peluang Anwar untuk menjadi Perdana Menteri hampir mustahil.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved