PM Malaysia Mundur: Ini Alasan Pengunduran Diri Perdana Menteri Muhyiddin Yassin
Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengatakan Muhyiddin akan menjabat sebagai PM sementara
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, KUALA LUMPUR - Istana Negara Malaysia hari ini mengonfirmasi bahwa Tan Sri Muhyiddin Yassin telah mengundurkan diri sebagai perdana menteri bersama dengan Kabinetnya, dalam audiensi kerajaan sebelumnya.
Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah juga mengatakan bahwa Muhyiddin sekarang akan menjabat sebagai perdana menteri sementara sampai penggantinya, yang memimpin mayoritas Dewan Rakyat, diangkat dari antara anggota parlemen, seperti dikutip Tribun Jogja dari Malaymail.com
Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa dia gagal menyelamatkan pemerintahan Perikatan Nasional (PN)-nya sebagai akibat dari keserakahan yang diklaim untuk kekuasaan dari kalangan tertentu.
Dalam pidato nasionalnya hari ini mengumumkan pengunduran dirinya sebagai perdana menteri, Muhyiddin mengatakan dia telah menempuh banyak cara untuk menyelamatkan koalisi, tetapi pasti gagal.
“Banyak hal yang saya lakukan hingga menit terakhir untuk menyelamatkan pemerintah PN, setidaknya sampai tugas penanganan pandemi, program vaksinasi dan untuk rehabilitasi ekonomi.
“Namun upaya tersebut tidak berhasil karena ada pihak-pihak yang serakah untuk merebut kekuasaan, daripada mengutamakan hidup dan penghidupan Anda,” kata anggota parlemen Pagoh.
Setelah mengajukan pengunduran dirinya, perdana menteri sementara, Tan Sri Muhyiddin Yassin bersumpah lagi untuk tidak akan menjadi menjadi kaki tangan para “kleptokrat” yang tidak disebutkan namanya.
Dia telah mengulangi moto yang sama dalam pidato sebelumnya, selama kekacauan politik yang berkepanjangan dengan UMNO.
Dalam pidato nasionalnya hari ini, anggota parlemen Pagoh mengatakan bahwa dia dapat memilih "jalan mudah" dengan mengorbankan prinsipnya untuk tetap sebagai perdana menteri, tetapi menolak untuk melakukannya.
“Saya tidak akan pernah menjadi kaki tangan kelompok kleptokrat, mengganggu independensi peradilan dan mengesampingkan Konstitusi Federal hanya untuk tetap berkuasa.
“Sejujurnya, posisi yang saya ambil bukan untuk kemuliaan. Itu datang dengan beban tanggung jawab yang berat.
“Saya memimpin bangsa selama krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada saat yang sama, saya terus diancam secara politik,” katanya.
Muhyiddin menjadi perdana menteri terpendek yang berkuasa di negara itu hari ini di tengah perebutan kekuasaan yang berkepanjangan dan pecah-pecah dengan UMNO yang telah membuat koalisi Perikatan Nasional (PN) compang-camping.
Dalam pidatonya, dia juga meminta maaf kepada warga Malaysia atas kekurangannya, mengatakan bahwa dia dan kabinetnya telah berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian rakyat.
“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf kepada Anda semua, saudara-saudara, atas segala kekurangan dan kelemahan saya, selama masa jabatan saya sebagai perdana menteri,” katanya.
Muhyiddin juga berharap agar pemerintahan baru segera terbentuk, tidak mengganggu penyelenggaraan negara.
Sementara itu dikutip dari Bernama.com, Tan Sri Muhyiddin Yassin menyebut bahwa apa yang saat ini terjadi padanya telah digariskan oleh Tuhan.
“Bagi saya, yang terjadi adalah kehendak Allah SWT yang merupakan salah satu episode dalam sejarah perjuangan politik saya,” katanya dalam pidato khusus di televisi lokal hari ini.
UMNO kembali berkuasa?
Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) adalah yang paling diuntungkan dengan mundurnya Muhyiddin.
Secara matematis, UMNO adalah partai terbesar di koalisi Perikatan dengan 38 kursi.
Partai terbesar Malaysia itu berpeluang besar kembali ke pucuk kekuasaan yang raib dari tangan, setelah kekalahan mengejutkan di tangan Pakatan Harapan pada pemilihan umum (pemilu) Mei 2018.
UMNO sebelumnya memimpin Malaysia sejak kemerdekaan pada 1957.
Walau menjadi bagian dari koalisi Muhyiddin, hubungan UMNO dan Partai Bersatu pimpinan Muhyiddin tidak pernah mesra.
Kedua partai berporos suku Melayu ini kerap terlibat cekcok politik. Bagaikan duri dalam daging, UMNO tanpa henti merongrong 17 bulan pemerintahan Muhyiddin.
Muhyiddin berencana mengajukan dua nama politisi UMNO kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah sebagai calon penggantinya, seperti dikutip Tribun Jogja dari The Malaysian Insight via Kompas.com.
Wakil Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob menjadi calon terkuat untuk menjadi PM ke-9 Malaysia.
Ismail, dilaporkan oleh The Vibes, sedang intensif menggalang dukungan tertulis dari mitra koalisi di Perikatan untuk mengamankan kursi PM.
Menteri Pertahanan Malaysia ini diketahui memiliki hubungan baik dengan Muhyiddin.
Kesetiaannya diimbali dengan kursi wakil perdana menteri yang baru dipegangnya selama 39 hari sejak 7 Juli.
Nama politisi berusia 61 tahun itu selama ini dikenal sebagai wajah penanganan pandemi Covid-19.
Dia rutin menyampaikan konferensi pers mengenai perkembangan wabah yang melumpuhkan Malaysia itu.
Ismail bukan tanpa pesaing. Muhyiddin juga akan memberikan nama Menteri Luar Negeri Hishammuddin Hussein.
Hishammuddin berasal dari keluarga politisi terpandang berdarah biru. Dia tidak lain tidak bukan adalah sepupu mantan Perdana Menteri Najib Razak.
Ayah dan kakeknya bukan orang sembarangan. Hussein Onn, ayahnya, adalah perdana menteri ke-4 Malaysia yang menjabat dari 1976 hingga 1981.
Sementara itu kakeknya, Onn Jaafar, adalah pendiri UMNO.
Nama politisi UMNO lain yang juga digadang-gadang adalah Tengku Razaleigh Hamzah.
Politisi yang kerap dipanggil Ku Li ini merupakan anggota parlemen dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Malaysia yaitu 47 tahun.
Saat ini berusia 84 tahun, dia telah dipercaya memegang sejumlah posisi kementerian strategis pada periode pertama pemerintahan Mahathir Mohamad.
Dia pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan serta Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Politisi veteran ini kerap dijuluki Bapak Ekonomi Malaysia.
Statusnya yang sangat dihormati oleh kubu pemerintahan dan oposisi menjadikan dia sebagai kandidat kuat kompromi untuk memimpin Malaysia hingga pemilu digelar tahun depan.
Ku Li juga disinyalir sebagai calon favorit Sultan Abdullah dan keluarga kerajaan Malaysia lainnya.
Satu hal yang masih menjadi teka-teki adalah, apakah Bersatu bersedia memberikan dukungan kepada calon PM dari UMNO.
Hubungan kedua partai yang saat ini di titik nadir menjadi penghalang utama.
Namun Ismail dilaporkan bersedia menyodorkan kursi wakil PM kepada Menteri Dalam Negeri Hamzah Zainudin yang adalah orang kepercayaan Muhyiddin.
Sementara Anwar Ibrahim kembali bergerilya mengejar mimpinya menjadi penghuni Seri Perdana.
Anwar, yang telah menunggu selama 23 tahun termasuk dua kali dijegal, menjadi calon PM dari Pakatan Harapan yang berisi Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Aksi Demokrat (DAP), dan Partai Amanah.
Peluang Anwar sejauh ini masih terjal, karena dia tidak kunjung mendapat dukungan dari blok oposisi lain di luar 88 parlementarian Pakatan.
Walau menginginkan Muhyiddin mundur, bukan berarti 32 anggota parlemen lain otomatis mendukung Presiden PKR itu.
Sudah menjadi rahasia terbuka jika Mahathir tidak akan pernah mendukung Anwar, musuh bebuyutan politiknya, sebagai PM.
Mahathir dengan partainya, Pejuang, dan sekutu politik, partai regional Warisan dari Sabah, memegang 12 kursi yang krusial untuk ambisi PM Anwar.
Opsi lain Anwar adalah menjalin koalisi dengan UMNO dan kingmaker Gabungan Partai Sarawak (GPS).
Masalahnya, koalisi politik ini terbentur oleh penolakan UMNO dan GPS untuk bermitra dengan DAP yang identik sebagai partai Tionghoa Malaysia.
DAP juga memberi sinyal keberatan untuk membuka kerja sama politik dengan UMNO, rival politik yang kerap mereka sebut korup dan rasis.
Tanpa dukungan antara satu dari Mahathir, UMNO, dan GPS, peluang Anwar untuk menjadi Perdana Menteri hampir mustahil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perdana-menteri-malaysia-muhyiddin-yassin-mengundurkan-diri-di-kuala-lumpur-16-agustus-2021.jpg)