PM Malaysia Mundur: Ini Alasan Pengunduran Diri Perdana Menteri Muhyiddin Yassin

Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengatakan Muhyiddin akan menjabat sebagai PM sementara

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Arif KARTONO / AFP
Seorang pria menonton televisi yang dipajang di sebuah toko pusat perbelanjaan ketika Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan pengunduran dirinya saat ia berpidato di depan negara selama siaran langsung di Kuala Lumpur pada 16 Agustus 2021. 

Muhyiddin juga berharap agar pemerintahan baru segera terbentuk, tidak mengganggu penyelenggaraan negara.

Sementara itu dikutip dari Bernama.com, Tan Sri Muhyiddin Yassin menyebut bahwa apa yang saat ini terjadi padanya telah digariskan oleh Tuhan.

“Bagi saya, yang terjadi adalah kehendak Allah SWT yang merupakan salah satu episode dalam sejarah perjuangan politik saya,” katanya dalam pidato khusus di televisi lokal hari ini.

UMNO kembali berkuasa?

Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) adalah yang paling diuntungkan dengan mundurnya Muhyiddin.

Secara matematis, UMNO adalah partai terbesar di koalisi Perikatan dengan 38 kursi.

Partai terbesar Malaysia itu berpeluang besar kembali ke pucuk kekuasaan yang raib dari tangan, setelah kekalahan mengejutkan di tangan Pakatan Harapan pada pemilihan umum (pemilu) Mei 2018.

UMNO sebelumnya memimpin Malaysia sejak kemerdekaan pada 1957.

Walau menjadi bagian dari koalisi Muhyiddin, hubungan UMNO dan Partai Bersatu pimpinan Muhyiddin tidak pernah mesra.

Kedua partai berporos suku Melayu ini kerap terlibat cekcok politik. Bagaikan duri dalam daging, UMNO tanpa henti merongrong 17 bulan pemerintahan Muhyiddin.

Muhyiddin berencana mengajukan dua nama politisi UMNO kepada Raja Malaysia Sultan Abdullah sebagai calon penggantinya, seperti dikutip Tribun Jogja dari The Malaysian Insight via Kompas.com.

Wakil Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob menjadi calon terkuat untuk menjadi PM ke-9 Malaysia.

Ismail, dilaporkan oleh The Vibes, sedang intensif menggalang dukungan tertulis dari mitra koalisi di Perikatan untuk mengamankan kursi PM.

Menteri Pertahanan Malaysia ini diketahui memiliki hubungan baik dengan Muhyiddin.

Kesetiaannya diimbali dengan kursi wakil perdana menteri yang baru dipegangnya selama 39 hari sejak 7 Juli.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved