Hujan Abu Merapi Guyur 8 Kecamatan di Magelang, Aktivitas Masyarakat Dilaporkan Masih Aman
Kepala Dusun Babadan 2 Atas, Sudarno, menuturkan aktivitas warga di Desanya masih berjalan normal meski sempat diguyur hujan abu Merapi
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Aktivitas Gunung Merapi terus berlangsung ditandai dengan awan panas guguran yang mengakibatkan guyuran abu ke wilayah Magelang.
Di antaranya adalah di Desa Babadan dan Dusun Butuh, Nepal Van Java.
Berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, tercatat awan panas guguran Merapi kembali terjadi pada, Senin (16/08/2021) pukul 08.45 WIB dengan amplitudo 10 mm dan durasi 96 detik dengan jarak luncur 1500 meter ke arah barat daya.
Kepala Dusun Babadan 2 Atas, Sudarno, menuturkan aktivitas warga di Desanya masih berjalan normal
"Dari tadi pagi ya sudah hujan abu begini. Kalau aktivitas warga belum terganggu. Saat ini, warga masih melakukan kegiatan sehari-hari," jelasnya saat dihubungi Tribunjogja.com, pada Senin (16/08/2021).
Baca juga: Senin Pagi, Tiga Kecamatan di Magelang Diguyur Hujan Abu Sedang-Tebal Gunung Merapi
Baca juga: Gunung Merapi Keluarkan Dua Kali Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Maksimal 3,5 Km ke Barat Daya
Ia menambahkan, untuk dampak guyuran abu membuat tanaman di ladang mengalami kerusakan.
Hingga, sulitnya mencari pakan ternak karena rumput-rumput tertutupi abu erupsi.
"Kalau dampak abu masih sama ya, paling ngaruh ke tanaman warga serta sulitnya mencari pakan ternak. Untuk kerusakan fisik akibat abu erupsi belum ada," terangnya.
Sementara itu, Penangggungjawab serta pengelola wisata Nepal Van Java, Lilik Setyawan, menuturkan hujan abu merapi pagi tadi pertama kali mengguyur wilayah Nepal Van Java, Dusun Butuh.
"Iya, semenjak aktivitas Merapi meningkat beberapa hari lalu, baru ini Desa (Dusun Butuh) diguyur hujan abu. Kemungkinan karena dibawa angin, untuk abu cenderung masih tipis," terangnya.

Untuk aktivitas masyarakat di tengah guyuran hujan abu erupsi Merapi, lanjutnya, masih berjalan normal.
Sementara itu, abu Merapi juga mengguyur spot-spot wisata di Nepal Van Java.
"Aktivitas warga belum terganggu akibat hujan abu tadi. Beberapa spot wisata juga terdampak namun masih aman hanya tertutupi abu saja. Adanya, abu tidak menganggu aktivitas wisata karena selama masa pembatasan Nepal Van Java tidak beroperasi," ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat sebanyak 8 Kecamatan terdampak guyuran abu Merapi.