Nostalgia Zundapp Combinette, Motor Klasik Eropa Tahun 60-an

Meski terkesan kurang masuk akal, tak sedikit orang yang membeli sepeda motor sebagai sebuah investasi. Nyatanya, beberapa jenis motor klasik memiliki

TRIBUNJOGJA/ Hanif Suryo
Zundapp Combinette milik Angga Catur (28) asal Klaten Selatan 

Setelah perang dunia kedua, pabrikan ini mulai berkembang dengan memproduksi mikrokar, moped, dan skuter. Perusahaan ini akhirnya tutup pada tahun 1984 karena mengalami kebangkrutan.

Adapun Zundapp Combinette menjadi satu motor andalan Zundapp yang sempat dipasarkan di Tanah Air pada tahun 60-an. Kendati sempat populer pada masanya, namun motor berkapasitas mesin 50cc ini harus rela kalah pamor dengan motor-motor besutan pabrik Jepang seperti Honda dan Yamaha.

Underbone ini memiliki fitur yang menarik dengan penggunaan shock absorber belakang ganda, tangki cembung besar, dan suspensi ayun di roda depan. Dibekali mesin 50cc, motor ini menggunakan gearbox 3-percepatan saja.

Baca juga: Dr Aqua Dwipayana: Mahasiswa Harus Menggembleng Diri Merevolusi Mental Jadi Manusia Berintegritas

Sparepart Langka

Tergolong motor yang populasinya langka, perawatan tentu saja menjadi suatu keharusan. Namun, hal tersebut diakui Angga bukan tanpa kendala.

"Untuk cari part-nya yang original tentu saja sangat susah. Kalau pun adam harganya sangat mahal. Kalau sekadar cari yang imitasi, tentu lebih mudah," ujar Angga.

"Kalau motor keluaran tahun 60-an, yang jelas motor dalam kondisi capek. Mungkin kalau diibaratkan, motor ini kilometernya sudah mencapai jutaan. Selain itu, motor ini tidak menggunakan CDI, jadi untuk menghidupkannya cenderung susah. Kendalanya itu saja," lanjutnya.

"Maka, banyak pemilik motor klasik yang memilih mengupgrade motornya dengan CDI, sehingga lebih mudah menghidupkannya," pungkasnya. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved