Breaking News:

DP3AP2 DIY Bangun Posko untuk Bantu Perempuan dan Anak yang Terdampak Covid-19

Pemda DIY tak hanya fokus dalam menekan penyebaran Covid-19 saja, di sisi lain penanganan dalam hal bantuan untuk perempuan dan anak yang terdampak

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY tak hanya fokus dalam menekan penyebaran Covid-19 saja, di sisi lain penanganan dalam hal bantuan untuk perempuan dan anak yang terdampak juga telah dilakukan.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY telah membentuk posko untuk melindungi perempuan dan anak di masa pandemi.

Salah satu upayanya adalah dengan mendistribusikan bantuan kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak-anak.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Berjasa Bapak Pramuka Indonesia Sri Sultan Hamengku Buwono IX

Ketua Posko Perlindungan Perempuan dan Anak DIY di Masa Pandemi sekaligus Kepala Bidang Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan DP3AP2 DIY, Nelly Tristiana menyatakan bahwa pihaknya telah mebentuk satgas dan terdapat 78 satgas yang telah disebar untuk melakukan pendataan dan distribusi bantuan.

"Dari pendataan terkumpulah data sasaran yang menjadi target yang akan dibantu. Perempuan terdampak adalah perempuan hamil, ibu menyusui, perempuan yang kehilangan pasangan atau jadi kepala keluarga. Sedangkan anak terdampak adalah balita, bayi dan anak-anak di bawah 18 tahun," ujarnya Sabtu (14/8/2021).

Menurutnya, pada masa seperti ini pemenuhan kebutuhan dasar harus dilakukan. Dinas Sosial sendiri sudah bergerak dengan memberikan bantuan-bantuan, tapi kebutuhan anak, ibu hamil, ibu menyusui itu berbeda dan lebih spesifik.

Posko dan satgas inilah yang bergerak untuk memenuhi kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak yang terdampak Covid-19.

Ia mengungkapkan bahwa DP3AP2 tidak mengelola jaring pengamanan sosial seperti Dinas Sosial, maka dari itu, selama ini posko dan satgas telah bergerak mengumpulkan sumbangan-sumbangan dari pihak luar seperti lembaga atau perusahaan-perusahaan swasta, maupun sumbangan dari perorangan.  

"Bantuan sudah kami distribusikan ke semua kabupaten/kota. Bag perempuan terdampak, kami beri paket sembako, ada beras 5kg, gula, mie instan, minyak, abon, kecap, madu, susu, masker, vitamin. Tapi yang spesifik adalah memberikan pembalut, juga ada pompa asi dan susu," ungkapnya.  

"Untuk bayi, kami berikan susu bayi, botol susu dan sikatnya,  minyak telon, pampers, baju bayi, handuk, itu sangat spesifik sekali untuk mereka," imbuhnya.

Baca juga: Empat Laga Terakhir Chelsea di Laga Pembuka Premier League, Malam Ini Lawan Palace

Ke depannya, pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran dari Dana Keistimewaan (Danais) untuk membantu perempuan dan anak yang terdampak pandemi Covid-19.

Terkait data jumlah perempuan dan anak yang terdampak, Nelly mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum memiliki data yang valid, karena data ini terus bergerak.

Namun sampai dua hari lalu, ia mendata terdapat 313 ibu hamil yang terdampak, 255 bayi, 398 balita, serta 418 perempuan terdampak yang misalnya kehilangan pasangan dan menjadi kepala keluarga atau mereka yang terpapar Covid-19.  

"Sejauh ini bantuannya untuk bayi dan balita, Sementara konteks anak itu sampai umur 18 tahun, tentu kebutuhan anak 5 tahun ke atas berbeda, dan ini belum bisa kami penuhi kebutuhan itu," tandasnya.

Pihaknya akan terus menata data yang dimiliki, sehingga semakin banyak bantuan yang akan diberikan dan tepat sasaran. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved