Breaking News:

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Terhadap Pensiunan ASN yang Mayatnya Ditemukan di Jalanan Klaten

Jajaran Polres Klaten mengungkap motif pembunuhan terhadap wanita pensiunan ASN berinisial K (60) yang mayatnya ditemukan di jalan Desa Sudimoro

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kedua tersangka dihadirkan Polres Klaten saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (12/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Polres Klaten mengungkap motif pembunuhan terhadap wanita pensiunan ASN berinisial K (60) yang mayatnya ditemukan di jalan Desa Sudimoro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pelaku nekat menghabisi nyawa K (60) yang merupakan warga Desa Drono, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten karena dipicu dendam pribadi akibat investasi emas bodong.

Dua orang ditetapkan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten sebagai tersangka atas kasus ini.

Keduanya, seorang perempuan berinisial IN (39) warga Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali dan AP (30) warga Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Jumat 13 Agustus 2021, Masih Ada Potensi Hujan

"Untuk motifnya ini adalah balas dendam karena merasa ditipu investasi emas bodong," ujar Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (12/7/2021).

Adapun untuk tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan, kata Kapolres terjadi di Kabupaten Boyolali, tapi mayat dari K dibuang di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.

Menurut Kapolres, tersangka IN mengaku sudah merencanakan pembunuhan terhadap korban karena dipicu sakit hati dan dendam.

Korban menurut keterangan IN, dinilai juga terlalu mencampuri urusan pribadinya. 

Untuk menjalankan niatnya, lanjut Kapolres, IN meminta bantuan AP untuk membunuh korban dan apabila berhasil, AP akan diberikan sejumlah uang. 

"Tersangka perempuan yang menyuruh membunuh dengan iming-iming memberi uang Rp 5 juta kepada tersangka pria inisial AP ini," jelasnya.

Tersangka AP kemudian menyanggupi permintaan tersangka IN dan kemudian AP membuat janji bertemu dengan korban K.

"Itu (tersangka AP) memukul dan melakukan pencekikan. Pertama (korban) diajak berhubungan badan, setelah selesai dipukul dan dicekik," jelasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Hujan Abu Sampai ke Mertoyudan Magelang

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan menambahkan, antara para tersangka dan korban sebelumnya sudah saling kenal.

"Kejadian pembunuhan itu pada Jumat 2 Juli lalu, beberapa hari setelah kejadian kedua pelaku berhasil kita tangkap. AP saat kita tangkap dalam keadaan positif COVID-19 sehingga harus isolasi dulu," ucapnya.

Atas perbuatannya, lanjut Kasatreskrim, kedua tersangka terancam Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsidair Pasal 338 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved