Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

BREAKING NEWS: Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Hujan Abu Sampai ke Mertoyudan Magelang

Aktivitas Gunung Merapi masih terus berlangsung.  Pagi ini, Jumat (13/08/2021) hujan abu tipis di Kabupaten Magelang dilaporkan sudah sampai ke wilaya

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Salah satu kendaraan warga di Kecamatan Mertoyudan terkena guyuran abu erupsi Merapi, Jumat (13/08/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Aktivitas Gunung Merapi masih terus berlangsung.  Pagi ini, Jumat (13/08/2021) hujan abu tipis di Kabupaten Magelang dilaporkan sudah sampai ke wilayah Kecamatan Mertoyudan.

Berdasarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 27 mm dan durasi 113 detik. Dengan jarak luncur 1.500 meter ke arah barat daya.

Relawan Kecamatan Mertoyudan, Nirmadi menuturkan, turunnya hujan abu tipis pagi ini pertama kali sejak aktivitas Gunung Merapi meningkat beberapa hari yang lalu.

Baca juga: LDII DIY Ajak Warganya Patuhi Surat Edara Menteri Agama Tentang Kegiatan Keagamaan Selama PPKM

"Iya, pagi tadi mulai kelihatan abu tipis turun. Terlihat dari beberapa benda dan tanaman yang berada di luar rumah ada bercak putih keabuan, akibat  abu vulkanik Merapi," jelasnya, pada Jumat (13/08/2021).

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magelang  akan terus memantau aktivitas Gunung Merapi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono menuturkan, pihaknya akan melakukan pendataan dan pemantauan wilayah terdampak hujan abu akibat rangkaian guguran awanpanas.

"Kami lakukan dengan berkoordinasi bersama BPPTKG, Desa KRB Merapi, serta relawan setempat terkait kejadian guguran awanpanas Merapi. Serta, sosialisasi di wilayah KRB III untuk kesiapsiagaan warga setempat dalam menghadapi ancaman erupsi Merapi, " jelasnya melalui keterangan resmi pada Jumat (13/08/2021).

Baca juga: Teka-teki Pembunuhan Wanita Pensiunan ASN di Klaten Terungkap, Ini Motif Pelaku

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pengecekan di semua Tempat Evakuasi Akhir (TEA) di Desa Penyangga KRB.

Serta, melakukan penyusunan surat imbauan untuk para penambang di kawasan KRB Gunung Merapi.

"Untuk saat ini, potensi bahaya berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih, dan Gendol. Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau 3 km dari puncak," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved