Kata Pedagang Pasar Kranggan Usai Beralih ke Pembayaran Nontunai

Pedagang sembako di bagian dalam Pasar Kranggan itu mengaku sudah memakai Qris Mandiri sejak dua tahun lalu.

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Siti Munirah (53), pedagang Pasar Kranggan saat menerima hadiah dari Bank Mandiri karena memiliki transaksi tertinggi di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta, DIY, Sabtu (25/10/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Mandiri terus berupaya mendukung digitalisasi pasar tradisional melalui program Livin Pasar. Bank Mandiri juga memberikan edukasi keuangan digital lewat mekanisme pembayaran nontunai menggunakan Qris Livin Mandiri. 

Salah satu pedagang Pasar Kranggan yang menggunakan Qris Mandiri adalah Siti Munirah atau Mumun (53). Pedagang sembako di bagian dalam Pasar Kranggan itu mengaku sudah memakai Qris Mandiri sejak dua tahun lalu. Dia pun merasakan perbedaan yang cukup signifikan setelah menerima pembayaran secara nontunai. 

"Wah lebih enak sekarang. Karena sekarang (setelah ada Qris) kalau pembeli mau belanja dan hanya bawa uang Rp200 ribu, tapi kebutuhannya banyak bisa saya tawarkan barang sampai maksimal," ucapnya, Sabtu (25/10/2025).

"Kalau ada Qris, mereka bisa bebas belanja apa saja sampai semua kebutuhan terpenuhi. Kalau yang belanja anak buah dan uangnya kurang, barcode Qris bisa difoto dan dikirimkan ke bosnya," ungkap Mumun. 

Dengan demikian, Mumun merasakan ada peningkatan omzset transaksi sejak menggunakan pembayaran nontunai. Dia pun kini merasa tidak was-was dan khawatir mendapatkan uang palsu atau salah menghitung uang kembalian. 

Apalagi saat ini, aplikasi Qris Livin Mandiri sudah diupgrade sehingga uang transaksi bisa langsung masuk ke rekening penjual dan diiringi adanya bunyi notifikasi. Para pedagang pun jadi bisa lebih aman dari potensi terkena modus penipuan. 

"Semenjak pakai Qris Livin omzetnya lumayan, yang penting ada penjualan terus. Biasanya saya banyak melayani warung-warung Madura yang buka 24 jam," ujarnya. 

Mumun mengaku sempat bingung saat awal-awal beralih ke pembayaran nontunai. Bahkan ia pernah tertipu dan kehilangan dagangan senilai Rp350 ribu dari pembeli yang mengaku sudah transfer. Namun, sampai malam nominal saldo yang dikatakan tidak kunjung masuk. 

"Kalau sekarang kan ada inovasi baru dari Livin yakni ada bunyinya, jadi lebih aman," tandasnya. (drm)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved