Pemkot Yogya Akan Revitalisasi Pasar Kranggan di 2026, Bakal Dilengkapi Rooftop Buat Ngopi

Pasar ikonik, Pasar Kranggan dan Pasar Demangan dimasukkan ke dalam radar prioritas revitalisasi pada 2026.

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA/ Nanda Sagita Ginting
Foto dok ilustrasi. Aktivitas perdagangan dan Pembeli di Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Yogyakarta berencana merevitalisasi Pasar Kranggan dan Pasar Demangan pada 2026.
  • Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkap konsep segar yang memadukan aktivitas ekonomi rakyat dengan gaya hidup urban.
  • Pasar Kranggan akan dilengkapi rooftop sebagai tempat nongkrong untuk ngopi

 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mulai menyusun langkah strategis untuk mempercantik wajah pasar tradisional di wilayahnya.

Terdapat pasar ikonik, yakni Pasar Kranggan dan Pasar Demangan, yang dimasukkan ke dalam radar prioritas revitalisasi pada 2026.

Bukan sekadar perbaikan bangunan, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengusung konsep segar yang memadukan aktivitas ekonomi rakyat dengan gaya hidup urban.

​Ia pun mengungkapkan, usulan revitalisasi tersebut tengah diproses supaya pengerjaan fisiknya dapat segera terealisasi pada tahun ini.

​"Ada Pasar Kranggan sama Demangan yang mau kita proses, kita usulkan. Harapannya, Pasar Kranggan itu bisa di-make up, dipercantik," ujarnya, belum lama ini.

​Satu hal yang menarik dari gagasannya adalah, transformasi lantai atas Pasar Kranggan yang bakal ditingkatkan fasilitasnya.

Dilengkapi rooftop

​Selaras rencana, rooftop akan direalisasikan di pasar rakyat yang lokasinya berada di kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta tersebut.

​"Cita-cita kami, atasnya (Pasar Kranggan) bisa menjadi tempat nongkrong untuk ngopi. Jadi, sambil di atas, masyarakat bisa melihat pemandangan dengan enak," urainya.

Sebagai informasi, selama ini Pasar Kranggan sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dan warga yang memburu ragam kuliner.

Revitalisasi yang direncanakan pun diharapkan bisa menjadikannya destinasi alternatif yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Kota Pelajar. 

"Mudah-mudahan (anggaran) dikasih. Jadi, DED-nya (Detail Engineering Design) juga belum," pungkas Wali Kota. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved