Perbandingan Vaksin Moderna dan Pfizer untuk Lawan Varian Delta, Mana yang Lebih Efektif?

Hasil studi menunjukkan respons kekebalan yang lebih kuat terhadap varian virus corona dengan vaksin Moderna daripada dengan vaksin Pfizer.

Editor: Muhammad Fatoni
SHUTTERSTOCK/Nixx Photography
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan Moderna berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA). 

TRIBUNJOGJA.COM - Vaksin Covid-19 dari Pfizer dan Moderna disebut efektif melawan varian Delta virus corona.

Kedua vaksin tersebut juga diklaim mampu mencegah penyakit atau gejala seirus yang diakibatkan oleh Covid-19, khususnya varian Delta,

Di Indonesia, vaksin Moderna pun telah mulai digunakan untuk suntikan dosis ketiga (booster) untuk kalangan tenaga kesehatan (nakes).

Sementara di Inggris, sebanyak 32 juta orang di seluruh Inggris akan diberikan vaksin booster Pfizer dalam upaya untuk meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19 menjelang musim dingin.

Vaksin Pfizer telah terbukti sangat efektif dalam mencegah penyakit serius akibat Covid-19.

Baca juga: Vaksin Pfizer Resmi Kantongi EUA dari BPOM, Efikasi 100 Persen untuk Anak 12-15 Tahun

Baca juga: Tegaskan Vaksin Moderna Hanya untuk Nakes, Wali Kota Yogya: Pejabat Tidak Boleh Minta 

Namun para ahli kini percaya vaksin Moderna mungkin menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap varian-varian baru, terutama Delta.

Dilansir Express.co.uk, dua laporan yang diposting di medRxiv  menunjukkan, vaksin Pfizer mungkin kurang efektif daripada vaksin Moderna terhadap varian delta COVID-19.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 50.000 orang, para peneliti menemukan efektivitas vaksin Moderna terhadap infeksi telah turun dari 86 persen pada awal 2021 menjadi 76 persen pada Juli, ketika varian Delta dominan.

Selama periode yang sama, efektivitas vaksin Pfizer/BioNTech turun dari 76 persen menjadi 42 persen.

Vaksin Moderna
Vaksin Moderna (AFP/JUSTIN TALLIS)

Para peneliti mengatakan bahwa meski kedua vaksin tetap efektif untuk mencegah penyakit serius akibat COVID-19, suntikan booster Moderna mungkin diperlukan bagi mereka yang telah menerima dua vaksin Pfizer.

Sebuah studi terpisah juga dilakukan pada penghuni panti jompo di Ontario.

Hasil studi menunjukkan respons kekebalan yang lebih kuat terhadap varian virus corona dengan vaksin Moderna daripada dengan vaksin Pfizer.

Mengomentari laporan tersebut, juru bicara Pfizer mengatakan:

"Kami terus percaya bahwa booster/dosis ketiga mungkin diperlukan dalam waktu 6 hingga 12 bulan setelah vaksinasi penuh untuk mempertahankan tingkat perlindungan tertinggi."

Sebelumnya, data terbaru menunjukkan bahwa orang yang menerima dosis kedua vaksin Pfizer lima atau lebih bulan lalu lebih mungkin untuk terpapar COVID-19 daripada mereka yang divaksinasi kurang dari lima bulan lalu.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Berbayar untuk Individu Resmi Dihapuskan, Ini Aturan Terbaru dari Menkes

Baca juga: UGM Ubah 3 Selter Jadi RS Darurat Covid-19 bagi Pasien OTG dan Gejala Ringan, Terbuka untuk Umum

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved