Breaking News:

Update Corona di Magelang

PPKM Diperpanjang, Kabupatan Magelang Turun Status Menjadi Level 3

Pada perpanjangan  masa PPKM, Pemkab Magelang tetap mengikuti aturan dari Inmendagri terkait aktivitas di masyarakat.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Berita Update Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Mengikuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 30 Tahun 2021, kabupaten Magelang akan memperpanjang masa PPKM hingga 16 Agustus 2021 mendatang dengan status level 3.

Sebelumnya, wilayah Kabupaten Magelang termasuk dalam kriteria zona  level 4. 

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, penurunan status PPKM di wilayah Kabupaten Magelang karena beberapa faktor berpengaruh di antaranya , terjadinya penurunan kasus aktif,  angka kesembuhan yang meningkat, serta penurunan persentase BOR di masing-masing rumah sakit rujukan.

Baca juga: Pemkab Magelang Siapkan Tiga Lokasi Isoter untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan

"Tak hanya itu, angka kematian juga terus menurun. Bahkan, selama PPKM berlangsung mobilitas masyarakat pun ikut melandai," imbuhnya, Selasa (10/08/2021).

Pada perpanjangan  masa PPKM, pihaknya tetap mengikuti aturan dari Inmendagri terkait aktivitas di masyarakat.

Di mana, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional  sampai pukul 20.00  WIB waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Sedangkan, pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional sampai pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Status PPKM Naik Menjadi Level 4, Pemkab Magelang Perketat Proses 3T

"Untuk kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan yang dapat menimbulkan keramaian ditutup sementara," ujarnya.

Sementara itu, mengacu pada Inmendagri terkait diperbolehkannya membuka sekolah tatap muka secara terbatas untuk wilayah yang berada di zona level 3. 

Dengan ketentuan, dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen. Pihaknya

menilai perlu pengkajian lebih dalam untuk pelaksanaannya.

"Untuk itu (sekolah tatap muka terbatas) , kami harus kaji terlebih dahulu dengan instansi terkait. Agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan,"urainya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved