Pengertian Booster Vaksin, Manfaat, Efektivitas, serta Syarat Mendapatkannya

Booster vaksin Covid-19 umum diberikan untuk infeksi virus, seperti tetanus, difteri, dan pertusis yang membutuhkan suntikan penguat setiap 10 tahun.

Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
SHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi 

Mereka yang memiliki alergi dan tidak boleh mendapatkan vaksin MRNA, bisa menggunakan vaksin yang sama dengan dosis pertama dan kedua sebagai booster.

Di Indonesia, booster vaksinasi mulai dilaksanakan pada 23 Juli 2021 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan berlanjut secara bertahap di seluruh fasilitas kesehatan.

Baca juga: Negara-negara Ini Tetap Lanjut Suntikan Booster Vaksin Covid-19 Meski WHO Minta Dihentikan Sementara

Vaksin Moderna adalah vaksin dengan teknologi mRNA, sedangkan sebelumnya tenaga kesehatan menerima vaksin Sinovac yang merupakan vaksin inactivated.

Soal efektivitas, dikutip dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Jumat (6/8/2021), penelitian menunjukkan bahwa antibodi yang terbentuk setelah mendapatkan booster vaksin mRNA naik cukup signifikan.

Kendati belum ada hasil studi khusus untuk vaksin inactivated, booster vaksin mRNA cukup menjanjikankarena memiliki efikasi lebih baik terhadap varian baru.

Cara kombinasi booster vaksin seperti itu sudah dilakukan di beberapa negara lain, semisal Uni Emirat Arab dan Bahrain.

Pertanyaan selanjutnya, apa saja syarat untuk mendapatkan booster vaksin?

Baca juga: Dinkes Bantul Berharap Booster untuk Nakes Segera Datang

Syaratnya adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang berusia minimal 18 tahun.

Vaksinasi ketiga diberikan dengan jarak minimal tiga bulan setelah vaksin kedua.

Jika masih kurang dari tiga bulan, pemberian booster vaksin harus ditunda.

Penerima booster vaksin juga tidak boleh memiliki riwayat alergi berat, tidak boleh memiliki penyakit penyerta atau penyakit penyerta dalam kondisi terkontrol.

Booster vaksin pun hanya untuk mereka yang tidak sedang dalam pengobatan imunosupresif, seperti kortikosteroid dan kemoterapi.

Secara umum, efek samping booster vaksin mRNA sama seperti efek samping vaksin Covid-19 lainnya.  (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved