Breaking News:

Sasar Kalangan Pelajar, BIN Alokasikan 7 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 di 3 Daerah

Badan Intelijen Negara (BIN) kembali melanjutkan kegiatan vaksinasi dengan sasaran pelajar di lingkungan pesantren dan sekolah, maupun secara

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kepala BIN, Budi Gunawan, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 massal di daerah. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Intelijen Negara (BIN) kembali melanjutkan kegiatan vaksinasi dengan sasaran pelajar di lingkungan pesantren dan sekolah, maupun secara door to door kepada kalangan masyarakat umum.

Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan berujar, pihaknya kini mengalokasikan 7 ribu dosis vaksin COVID-19 untuk wilayah Tangerang (Banten), Bekasi (Jawa Barat) dan Trenggalek (Jawa Timur).

Selain vaksin, disalurkan pula, paket bansos berisi sembako dan vitamin.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bupati Kulon Progo Periode 2001-2011, Toyo Santoso Dipo Tutup Usia

"Ini sejalan dengan program pemerintah. Kami akan terus mendukung proses percepatan vaksinasi COVID-19, yang bertujuan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat," jelasnya, Minggu (1/8/2021).

Terlebih, ia menambahkan, penularan corona di kalangan pelajar, atau anak-anak cenderung naik. Data dari Satgas COVID-19 pada 16 Juli silam mencatat, 12,8 persen atau 351.336 kasus, menerpa usia 0-18 tahun.

"Anak-anak yang tertular COVID-19 meningkat. Sehingga, BIN terus fokus pada pelajar SMP-SMA, serta para santri. Sebab, mereka ini generasi yang harus diselamatkan ya, sebagai penerus bangsa," ungkap Budi.

Kepala BIN juga mengimbau kepada para orang tua, atau wali, agar mengizinkan anak-anaknya mengikuti proses vaksinasi. Ia berharap, orang tua tidak termakan kabar, maupun informasi hoax di media sosial.

"Vaksin ini tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi orang lain juga. Apalagi, sekarang belum ada proteksi lain yang lebih ampuh dalam menghadapi COVID-19 ya, selain yang diberikan oleh vaksin," tandasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir, lantaran vaksin yang digunakan aman, sudah dipastikan halal, dan dijamin pemerintah. Terlebih, mayoritas warga saat ini semakin sadar akan pentingnya vaksin.

Baca juga: Tak Ada Penghasilan Selama PPKM, Pelaku Wisata Gunungkidul Harapkan Solusi Pemerintah

Oleh sebab itu, pihaknya juga menggencarkan vaksinasi secara door to door. Tujuannya, untuk memicu semangat warga, yang tadinya kurang paham dan salah informasi terkait vaksinasi, bisa berubah pikiran.

"Dengan menjalani vaksinasi bukan berarti menjamin tak terkena COVID-19. Namun, ketika terkena, gejalanya lebih ringan, dibanding jika tidak divaksinasi. Istilahnya, tubuh lebih kebal terhadap virus," ujarnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved