Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Rakordal Triwulan II, Bupati Kulon Progo Minta Belanja APBD Segera Direalisasikan

Bupati Kulon Progo dorong APBD segera direalisasikan termasuk penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Bupati Kulon Progo, Sutedjo saat memimpin rakordal triwulan II 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menggelar rapat koordinasi pengendalian daerah (rakordal) triwulan II tahun 2021.

Pada rakordal tersebut Bupati Kulon Progo, Sutedjo meminta agar belanja dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) segera direalisasikan termasuk penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat. 

Ia mengatakan dengan percepatan penyaluran bansos tersebut maka akan terjadi perputaran uang.

Sehingga dapat membantu dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. 

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Kaji Anggaran Untuk Alkes dan Rekrutmen Relawan di Rusunawa Giripeni

Apalagi dampak pandemi Covid-19 ini mempengaruhi target yang telah ditetapkan dari kondisi normal. 

"Kita harus sadar meski pada triwulan II ini sudah melampaui target namun target sebesar 49,98 persen itu dalam kondisi pandemi Covid-19. Bukan target dalam kondisi normal. Oleh karena itu, potensi finansial daerah harus ditargetkan lagi," ujar Sutedjo, Jumat (30/7/2021).

Namun demikian, capaian tertinggi pada triwulan II di Kulon Progo ada pada barang dan jasa dengan persentase 53,80 persen. 

Dalam rakordal tersebut juga disampaikan evaluasi kinerja di lingkungan pemkab Kulon Progo pada triwulan II. 

Adapun peringkat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) terbaik di lingkup kantor kapanewon dan BPBD diraih oleh kapanewon Nanggulan dengan nilai 98,97 persen, kapanewon Kalibawang 98,93 persen dan kapanewon Panjatan 98,55 persen. 

Baca juga: 88 Kalurahan/Kelurahan dan 12 Kapanewon di Kulon Progo Terima Bantuan Anggaran dari Baznas 

Selanjutnya peringkat kinerja terbaik di lingkup setda, setwan, irda, dinas dan badan diraih oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan nilai 96,40 persen, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu 95,83 persen serta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman 95,46 persen. 

Sedangkan peringkat kinerja OPD terendah di lingkup kantor kapanewon dan BPBD ialah RSUD Nyi Ageng Serang dengan nilai 67,59 persen, kapanewon Girimulyo 77,79 persen dan kapanewon Kokap 89,59 persen. 

Kemudian peringkat kinerja OPD terendah di lingkup setda, setwan, irda, dinas dan badan ialah RSUD Wates dengan nilai 60,14 persen, Dinas Kebudayaan 60,31 persen dan Dinas Kesehatan 63,78 persen. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved