Kabupaten Bantul

Geliat Masyarakat Dusun Watu Bantul Kembangkan Jamu Tradisional

Dusun Watu, Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul dikenal atas potensinya sebagai penghasil jamu tradisional.

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
Dok.Istimewa
Ilustrasi Jamu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dusun Watu, Kalurahan Argomulyo, Sedayu, Bantul dikenal atas potensinya sebagai penghasil jamu tradisional.

Mayoritas warga Dusun Watu hidup sebagai pembuat jamu secara turun-temurun.

Meski yang diolah adalah minuman tradisional, warga di sana mampu mengemasnya ke bentuk modern, yaitu yang bisa diseduh dalam berbagai varian.

Ketua Kelompok Jati Husada Mulya (JHM), Wagiyanti menuturkan, berkembangnya kelompok usaha di kawasan tersebut tak lepas dari upaya pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah setempat.

Yakni melalui Puskesmas Sedayu I Bantul yang rutin melakukan pendampingan di Kalurahan Argomulyo.

Baca juga: Galakkan Pendampingan, Pemda DIY Pertahankan Eksistensi Jamu di Tengah Pandemi Covid-19

"Kami salah satu kelompok yang dapat pendampingan dari puskesmas, kami sering diperhatikan," terangnya dalam Rembag Kaistimewan bertajuk Jamu, Mempertahankan Eksistensi di Masa Pandemi, Kamis (29/7/2021).

Salah satu pendampingan yang dilakukan adalah untuk menjamin keamanan produk, pemenuhan standar atas sanitasi, maupun higiene atau kebersihan produk.

"Produksi, higienitas pembuatan bahan baku diperhatikan. Kita harus mencari bahan baku yang segar. Alat-alat kita diberikan penyuluhan agar steril semua. Kalau mau produksi juga harus dalam keadaan yang fit jangan sampai baru sakit kita produksi nanti bisa terkontaminasi di produk tersebut," bebernya.

"Sebelum ada pendampingan dari puskesmas itu belum banyak tahu, kita asal produksi saja. Alhamdulilah sekarang ibu-ibunya lebih mengerti dan lebih menjaga kualitas produk kita," tambahnya.

Selain itu, saat ini JHM juga memiliki produk baru yang resepnya merupakan inovasi dari pihak puskesmas.

Produk itu dilabeli dengan nama Sriwedari yang merupakan kepanjangan kata dari Sedayu Produksi Wedang Perkuat Diri.

"Ini kebetulan resep inovasi dari puskesmas, itu untuk meningkatkan imun untuk daya tahan tubuh dan stamina," terangnya.

Baca juga: Tingkatkan Daya Tahan Tubuh, Dinkes Sleman Ajak Budayakan Minum Jamu

Ramuan tradisional tersebut memakai bahan-bahan tradisional alami.

Seperti gula merah, gula aren, jeruk nipis, lengkuas, dan kunyit.

Bisa juga ditambahkan rempah-rempah seperti kayu manis dan cengkeh.

"Jadi rasanya di badan tambah hangat," ungkapnya.

Awalnya produk tersebut hanya dikonsumsi  di lingkup keluarga. Namun kemudian pihaknya memutuskan untuk menjual produk itu ke masyarakat luas.

Karena rasanya yang tak pahit, produk tersebut pun digemari konsumen. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

"Melalui PKK, saya getok tularkan ke ibu-ibu. Puskesmas juga undang kader melihat cara pembuatannya. Setiap ada acara puskesmas juga selalu pesan untuk minuman peserta," terangnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved