Sebanyak 90 Persen Pasien Positif Covid-19 di Bantul Isolasi Mandiri 

Mayoritas pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bantul menjalani isolasi mandiri (isoman). Jumlahnya bahkan mencapai 90 persen dari total kasus aktif.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Mayoritas pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bantul menjalani isolasi mandiri (isoman).

Jumlahnya bahkan mencapai 90 persen dari total kasus aktif. Hal ini karena keterbatasan selter dan tempat tidur di rumah sakit. Namun, ada juga pasien isoman karena keputusan sendiri. 

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Rahardjo mengatakan, ruang rawat intensive care unit (ICU) yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19 dengan gejala berat di Bantul berjumlah 38 bed.

Lalu, ruang isolasi di rumah sakit ada 318 bed dan tempat tidur di selter isolasi kabupaten 276 bed sementara Selter Kalurahan sebanyak 398 bed.

Keseluruhan jumlah tempat tidur tersebut tidak cukup untuk menampung semua pasien covid aktif di Bantul yang jumlahnya hingga 26 Juli mencapai 12.522 orang. 

"Jumlah tempat tidur yang kita punya tidak ada seribu, berarti sekitar 10 persen. Itu pun sebagian besar Selter. Pasien positif lainnya (90 persen), terpaksa isolasi mandiri," kata dia, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Pedagang Tamkul Wonosari Diminta Jalankan Pembatasan Waktu Makan dan Jumlah Pengunjung

Kendati demikian, Ia memastikan bahwa pasien Covid-19 aktif yang sedang menjalani isoman semuanya tercatat, by name by address.

Mereka terpantau dan difasilitasi obat-obatan dari Puskemas. Beruntung, stok obat-obatan untuk pasien Covid-19 di Kabupaten Bantul sampai saat ini masih aman.

Setidaknya hingga Minggu pertama di bulan Agustus. Untuk menghindari kelangkaan, Agus mengaku sudah meminta dopping kiriman obat lagi dari Pusat.  

Begitu juga dengan ketersediaan oksigen. Diakuinya sampai saat ini masih relatif terkendali. "Oksigen meskipun kita harus mencari malam-malam, tapi sekarang masih aman. Kami sampai saat ini belum pernah krisis oksigen," terang dia. 

Di masa Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat ini menurut Agus perkembangan tren kasus positif di Bumi Projotamansari sudah menurun namun belum signifikan. Jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif rata-rata masih di angka 500 orang per hari. Pihaknya mengaku akan berjuang semaksimal mungkin dengan menambah fasilitas tempat tidur di rumah sakit berikut tenaga kesehatannya. 

Namun, berapapun tempat tidur dan nakes yang nantinya akan ditambah, menurut dia tidak akan pernah cukup apabila penanganan dari hulu yaitu kesadaran masyarakat tidak ada perubahan. Karenanya, Ia mengimbau kepada masyarakat agar benar-benar sadar mematuhi aturan protokol kesehatan. 

"Sekarang ini masih PPKM, kami mengimbau masyarakat, ayok berubah, prokes ketat. Agar mengurangi penularan dan tidak menyumbang banyak pasien," kata dia. 

Angka kematian tinggi 

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Bantul terbilang cukup tinggi. Hingga 26 Juli, angka kematian tercatat sudah mencapai 890 orang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved