Breaking News:

Kota Yogyakarta

7.373 KPM di Kota Yogya Dapat Bantuan Rp 600 Ribu dan 10 Kilogram Beras dari Kemensos

BST yang disalurkan itu merupakan bantuan tahap 14 dan 15, untuk bulan Mei dan Juni 2021.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Warga masyarakat Kota Yogyakarta yang terdampak pandemi Covid-19 akhirnya bisa bernafas lega, setelah bantuan sosial tunai (BST) sebesar Rp600 ribu dan beras 10 kilogram sudah mulai didistribusikan.

Kepala Kantor Pos Yogyakarta Anton Chrisna Setyanto pun mengatakan, BST yang disalurkan itu merupakan bantuan tahap 14 dan 15, untuk bulan Mei dan Juni 2021.

Dengan sasaran, 7.373 keluarga penerima manfaat (KPM).

"Data yang tersaring segitu, karena memang setiap tahap pasti ada pengurangan, karena mungkin sudah menerima  bantuan lainnya," terangnya, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Minim Dukungan, Legislatif Desak Pemkot Yogya Support Kebutuhan Relawan Covid-19 di Wilayah

Ia berujar, BST yang bersumber dari pemerintah pusat itu mulai didistribusikan sejak Rabu (21/7/2021) lalu.

Teknisnya, dilaksanakan langsung di kantor-kantor kelurahan, untuk menghindari kerumunan, atau antrean panjang.

Menurutnya, skema penyaluran tersebut berbeda dengan tahap-tahap sebelumnya, yang hanya digulirkan di 3 titik, yakni Kantor Pos Induk, Muja-muju, serta Gondokusuman. Perubahan itu, seiring penerapan PPKM Level 4.

"Makanya, sekarang kami sebar di 45 titik sekaligus. Sudah ada jadwalnya juga, kita atur waktunya. Sehingga, per jam maksimal itu 30 antrean saja, ya," ungkap Anton.

"Memang ini lebih banyak memakan waktu, tapi kami tidak mau mengambil risiko. Jangan sampai terjadi kerumunan, hingga menimbulkan klaster baru," tambahnya.

Baca juga: Selain Rusunawa Gemawang, Pemkot Yogya Siapkan Gedung SD untuk Isolasi Pasien Covid-19

Ia pun berharap, serapan bantuan tahap 14 dan 15 ini sama tingginya dengan tahap-tahap sebelumnya yang sanggup menyentuh 98-99 persen.

Hanya saja, situasi sekarang, terkendala warga yang tengah isolasi mandiri.

"Banyak laporan ke kami, tidak bisa rawuh karena isoman. Sehingga, kami harus mencari cara untuk menyampaikan bantuannya. Apalagi, ada beberapa itu yang tidak bisa diwakilkan, karena KK-nya berbeda," ujarnya.

"Kemudian, ada yang belum mengambil karena sedang di luar kota, tidak bisa pulang karena terkendala PPKM, atau sudah meninggal dunia, tapi belum ada ahli waris yang berhak menggantikan," pungkas Anton. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved