Breaking News:

Kota Yogyakarta

Minim Dukungan, Legislatif Desak Pemkot Yogya Support Kebutuhan Relawan Covid-19 di Wilayah

Kalangan legislatif mendesak Pemkot Yogyakarta supaya lebih memperhatikan sepak terjang relawan penanggulangan Covid-19 di tingkat wilayah.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Kalangan legislatif mendesak Pemkot Yogyakarta supaya lebih memperhatikan sepak terjang relawan penanggulangan Covid-19 di tingkat wilayah.

Selama ini, dukungannya dianggap masih minim.

Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Rifki Listianto mengatakan, di tengah lonjakan kasus dalam kurun satu bulan terakhir, seluruh elemen masyarakat telah bahu-membahu bekerjasama menangani efek pandemi.

Bahkan, di tingkat wilayah, banyak personel Kampung Tangguh Bencana (KTB) yang difungsikan jadi relawan penanganan Covid-19.

Baca juga: Dana Rp7 Miliar untuk 78 Titik Shelter, Dinsos DIY Minta Warga Positif Covid-19 Isolasi di Shelter

Tapi sayang, dukungan dari pemerintah sejauh ini terbilang serba nanggung.

"Permasalahan yang muncul adalah minimnya sarana prasarana, untuk mendukung relawan dalam melakukan tugasnya. Entah itu soal APD standar, atau ambulan, ya, untuk transportasi," ujarnya, Rabu (14/7/2021).

"Banyak contoh kasus, relawan-relawan di kecamatan, hampir di seluruh kota, selalu kerepotan saat bertugas, karena ada keterbatasan tersebut," tambah Rifki.

Dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan, ia pun berharap, Pemkot dapat memberikan dukungan penuh terhadap semua kegiatan relawan terkait penanganan corona, di wilayah dan kampung masing-masing.

Baca juga: Update Covid-19 di DI Yogyakarta 14 Juli 2021, Tambah 2.350 Kasus, 65 Meninggal

"APD berstandar harus disupport BPBD, sehingga jangan sampai kehabisan. Lalu, ambulan yang ada di Puskesmas dapat dikerjasamakan dengan relawan di kecamatan agar selama 24 dapat dioperasionalkan," ungkapnya.

"Sehingga, jika sewaktu-waktu ada warga isoman yang membutuhakan pertolongan medis, bisa segera dibawa menuju rumah sakit. Kondisinya kan bisa gawat kalau penanganannya telat," imbuh legislator PAN itu.

Rifki berujar, dirinya mendapati beberapa kejadian dan laporan, dimana warga terpapar Covid-19 harus menanti berjam-jam untuk mendapat layanan ambulan. Padahal, ambulan di Puskesmas sebenarnya tak terpakai.

"Ambulan Puskesmas nganggur, tapi nggak ada regulasi untuk itu. Makanya, kami mendorong Pemkot agar bisa membuat regulasinya, biar warga isoman bisa cepat ditangani jika butuh perawatan," ujarnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved