Breaking News:

Dokter RSUP Dr Sardjito: Boleh Buka Ventilasi Meski Ada Tetangga yang Sedang Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri (isoman) menjadi salah satu cara yang bisa digunakan masyarakat agar tidak menyebarkan penyakit Covid-19 ke keluarga.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Ika Trisnawati MSc SpPD(KP) (kanan) memberikan tips-tips saat isoman aman kepada masyarakat 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Isolasi mandiri (isoman) menjadi salah satu cara yang bisa digunakan masyarakat agar tidak menyebarkan penyakit Covid-19 ke keluarga.

Namun, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat menjalani isoman. Salah satunya adalah pembukaan ventilasi.

“Banyak yang bertanya, boleh tidak buka ventilasi saat isoman? Atau saat tetangga isoman, boleh tidak kita buka ventilasi? Jawabannya situasional,” jawab dr Ika Trisnawati SpPD-KP, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: KONI DIY Berencana Berikan Obat Malaria Kepada Atlet PON DIY Sebelum Keberangkatan ke Papua

Dia menjelaskan hal tersebut dalam program Bincang Asyik Pilihan Anda (Bakpia) seri 19 yang disiarkan langsung di YouTube RSUP Dr Sardjito Video. Adapun topik yang dibicarakan adalah ‘Isolasi Mandiri dan Pemulihan Pasca Covid-19’.

Situasional yang dimaksud adalah melihat kondisi dari jarak rumah satu ke rumah lain.

Menurutnya, beberapa kondisi perumahan ada yang padat penduduk, seperti di DKI Jakarta. Dengan kondisi yang padat dan tanpa ruang, maka agak berbahaya jika membuka ventilasi.

Padahal, jarak yang dianjurkan WHO agar tidak terciprat droplet adalah 1 meter.

“Namun, saya kira di DIY ini tidak ada rumah padat penduduk ya, jadi boleh saja buka ventilasi agar droplet yang ada di dalam rumah bisa hilang dengan udara luar,” bebernya.

Dia juga menyarankan, bagi warga yang sedang isoman, untuk tetap menggunakan masker saat keluar dari kamar yang digunakan untuk mengisolasi diri.

Pasien yang isoman, kata dia, bukan berarti tidak boleh ada kontak sama sekali, namun tetap perhatikan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Satgas COVID-19 Gedangsari Gunungkidul Bubarkan Warga yang Menggelar Hajatan Pernikahan

“Jika berbicara, jangan lepas masker dan berjarak dengan anggota keluarga. Sehingga, mereka tidak ketularan. Jangan lupa pisahkan kamar dan kamar mandi isolasi agar tidak tercampur dengan keluarga yang sehat,” jelas dr Ika.

Ditambahkannya, pasien isoman tetap boleh berjemur untuk mendapatkan asupan vitamin D yang baik bagi peningkatan sistem imun tubuh.

“Jangan lupa untuk tetap olahraga selama 20 menit sekali sehari,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved