Terkena Gas Air Mata? Begini Cara Mengatasinya dengan Cepat
Paparan gas air mata ini tidak hanya menimpa peserta demo, tetapi juga masyarakat tinggal di area sekitar demo atau yang melintas di sekitarnya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Gas air mata sering digunakan untuk mengendalikan kerumunan.
Sayangnya, paparan gas ini tidak hanya menimpa peserta demo, tetapi juga masyarakat tinggal di area sekitar demo atau yang melintas di sekitarnya.
Paparan gas air mata dapat memicu iritasi serius pada mata, kulit, dan sistem pernapasan.
Gejala yang umum muncul antara lain mata perih, penglihatan kabur, sesak napas, dan mual.
Agar Anda tetap aman dan terhindar dari efek yang lebih parah, penting untuk mengetahui pertolongan pertama yang tepat saat terkena gas ini.
Berikut adalah panduan lengkap yang bisa Anda ikuti.
1. Jauhi Sumber Gas Air Mata dan Cari Udara Segar
Langkah pertama yang paling krusial adalah segera menjauh dari lokasi paparan.
Carilah area terbuka dengan udara bersih.
Usahakan untuk bergerak ke tempat yang lebih tinggi.
Jika sulit menemukan tempat aman, usahakan tetap bergerak ke arah yang berlawanan dari kerumunan.
Jangan ragu untuk meminta bantuan jika merasa sesak atau pusing.
2. Lindungi Saluran Pernapasan dan Mata
Saat masih berada di area yang terkontaminasi atau akan melintasi area bekas demonstrasi, gunakan masker, kain basah, atau baju untuk menutupi hidung dan mulut.
Jika Anda memakai kacamata pelindung, segera gunakan untuk mengurangi paparan gas air mata ke mata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Massa-Aksi-di-Mapolda-DIY-Berlarian-Gas-Air-Mata-Beberapa-Kali-Ditembakkan.jpg)