Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Penyekatan dan Pengalihan Arus Kembali Diperpanjang Selama PPKM Level 3 di Kulon Progo

Pada PPKM Level 3 ini, Polres Kulon Progo menambah lokasi pengalihan arus menjadi lima titik lokasi.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Polisi melakukan penutupan ruas jalan di Kabupaten Kulon Progo untuk mengurangi mobilitas masyarakat mulai Sabtu (10/7/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pengalihan arus lalu lintas di Kabupaten Kulon Progo kembali diberlakukan seiring perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di kabupaten setempat. 

Namun lokasi pengalihan arus di daerah tersebut kini menjadi lima titik. 

Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry mengatakan selama PPKM Darurat sejak 3-20 Juli 2021, pengalihan arus ada di Simpang Tiga Pangkalan, Simpang Empat Pasar Glaheng dan Simpang Tiga Tugu Pensil. 

Baca juga: PPKM Level 3, Gugus Tugas Covid-19 Kulon Progo Bakal Evaluasi Mobilitas Masyarakat

Namun pada PPKM Level 3 ini, ditambah di Simpang Tiga Tugu Brosot dan Simpang Tiga Karangwuni. 

Pengalihan arus lalu lintas ini dimulai pukul 12.00 WIB hingga 05.00 WIB. 

"Selain pengalihan arus, kami juga tetap memberlakukan pengecekan di lima pos penyekatan. Bertujuan untuk mengurangi mobilitas kendaraan baik lokal atau antar daerah guna memutus rantai penyebaran Covid-19," terang Jeffry, Kamis (22/7/2021). 

Adapun kelima pos tersebut pos penyekatan Temon, Kalibawang, Nanggulan, Sentolo dan Galur. 

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan pihaknya akan mengevaluasi mobilitas masyarakatnya hingga 25 Juli 2021 mendatang. 

Baca juga: Selama PPKM Darurat, 1.697 Kendaraan di 5 Pos Penyekatan Kulon Progo Diminta Putar Balik

Dikarenakan mobilitas masyarakat Kulon Progo masih menduduki peringkat kedua se-DIY meskipun dilihat dari intensitas cahaya malam paling rendah. 

Oleh sebab itu, ia meminta panewu dan lurah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas warganya. 

"Jangan sampai ada grafik kenaikan kasus yang kemudian mempengaruhi evaluasi PPKM Level pada 25 Juli 2021 nanti dan aktivitas belum bisa dilonggarkan pada 26 Juli 2021 mendatang meski secara bertahap," tuturnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved