Kabupaten Kulon Progo
Selama PPKM Darurat, 1.697 Kendaraan di 5 Pos Penyekatan Kulon Progo Diminta Putar Balik
Hingga 19 Juli 2021 kemarin tim gabungan mencatat sudah ada ribuan kendaraan yang diminta putar balik dari lima pos penyekatan.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat telah berlangsung sejak 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 ini.
Hingga 19 Juli 2021 kemarin tim gabungan mencatat sudah ada ribuan kendaraan yang diminta putar balik dari lima pos penyekatan.
Mereka yang diminta putar balik karena tidak memenuhi persyaratan sebab tidak bisa menunjukkan surat vaksin maupun hasil keterangan negatif swab antigen maupun RT-PCR.
Kabagops Polres Kulon Progo, Kompol Sodikin Fahrojin Nur merinci di Pos Penyekatan Temon dari 2.414 kendaraan yang diperiksa didapatkan 828 kendaraan yang diminta putar balik.
Baca juga: Hilir Mudik Warga Cenderung Tinggi Sebabkan Indeks Kulon Progo Masih Merah
Kemudian di Pos Penyekatan Kalibawang ada 269 kendaraan putar balik dari 1.185 kendaraan yang diperiksa.
Selanjutnya di Pos Penyekatan Nanggulan ada 333 kendaraan putar balik dari 1.877 yang diperiksa.
Lalu di Pos Penyekatan Sentolo ada 46 kendaraan putar balik dari 422 yang diperiksa, dan Pos Penyekatan Galur ada 221 kendaraan putar balik dari 656 yang diperiksa.
"Sehingga total keseluruhan ada 1.697 kendaraan diminta putar balik dari 6.554 kendaraan yang diperiksa di lima pos penyekatan di Kulon Progo," katanya, Selasa (20/7/2021).
Sodikin mengatakan penyekatan selama PPKM darurat ini dilakukan untuk membatasi mobilitas masyarakat yang akan menuju dan keluar dari Kabupaten Kulon Progo.
Dengan menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry menambahkan untuk pengalihan arus ada di tiga titik.
Pertama di Simpang Tiga Pangkalan.
Baca juga: Indeks Mobilitas di Kulon Progo Masih Merah, Gugus Tugas Imbau Masyarakat Lebih Kurangi Mobilitas
Kendaraan yang berasal dari arah Purworejo melalui jalan nasional Yogyakarta - Purworejo yang hendak menuju Yogyakarta dialihkan menuju jalan Daendels hingga Brosot.
Kedua di Simpang Lima Glaheng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/penurunan-mobilitas-masyarakat-di-kulon-progo-baru-152-persen-ppkm-darurat-perlu-dievaluasi.jpg)