Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Indeks Mobilitas di Kulon Progo Masih Merah, Gugus Tugas Imbau Masyarakat Lebih Kurangi Mobilitas

Hingga 13 Juli 2021 lalu, indeks mobilitas di Kulon Progo masih berwarna merah artinya penurunan mobilitas dari 10 persen sampai 20 persen. 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarives) belum lama ini menilai tingkat mobilitas masyarakat selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Kulon Progo masih tinggi. 

Sebab hingga 13 Juli 2021 lalu, indeks mobilitas di Kulon Progo masih berwarna merah artinya penurunan mobilitas dari 10 persen sampai 20 persen. 

Oleh sebab itu, gugus tugas penanganan Covid-19 Kulon Progo meminta masyarakat untuk mengurangi mobilitas di masa PPKM darurat ini hingga 20 Juli 2021 mendatang. 

Baca juga: Polres Kulon Progo Periksa 17 Pelanggar Prokes

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan mobilitas masyarakat yang tinggi terdapat di permukiman penduduk. 

Dikarenakan terekam dalam google traffic, facebook mobilty maupun night light. 

Meskipun di pusat kota telah dilakukan penyekatan dan penutupan area publik. 

Dengan demikian, ia mengimbau kepada panewu dan lurah untuk berkeliling mengingatkan masyarakat agar di rumah saja.

 "Tidak usah berkumpul semisal di pos ronda dan halaman rumah warga. Apalagi mendekati pilihan lurah (pilur). Pertemuan di tingkat RT/RW juga dikurangi," pintanya, Kamis (15/7/2021). 

Fajar menambahkan gugus tugas juga akan melakukan evaluasi di beberapa proyek strategis nasional termasuk di Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA), Temon, Kulon Progo. 

Baca juga: Penurunan Mobilitas Masyarakat di Kulon Progo Baru 15,2 Persen, PPKM Darurat Perlu Dievaluasi

Apalagi aktivitas penerbangan terakhir di YIA hingga pukul 17.00 WIB. 

Oleh sebab itu, ia berharap segenap masyarakat bisa bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Dihubungi terpisah, Panewu Pengasih, Triyanto Raharjo mengatakan dalam mengurangi mobilitas masyarakatnya, setiap malam gugus tugas kapanewon bersama gugus tugas tingkat kalurahan dibantu polsek dan koramil melakukan patroli keliling untuk memantau lampu penerangan dan mobilitas masyarakat. 

Bahkan meminta tempat-tempat yang masih terang untuk dikurangi atau dipadamkan. 

"Kami juga menguatkan tentang kebijakan untuk mengurangi mobilisasi melalui media sosial (medsos) maupun secara langsung," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved