Breaking News:

Polres Kulon Progo Periksa 17 Pelanggar Prokes

Penyidik Polres Kulon Progo memeriksa 17 pelanggar protokol kesehatan saat masa PPKM Darurat.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Sri Cahyani Putri
LUAR RUANGAN - Penyidik polres Kulon Progo melakukan pemeriksaan terhadap pelanggar protokol kesehatan di ruang publik, Rabu (14/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO – Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Kulon Progo memeriksa 17 pelanggar protokol kesehatan saat masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Rabu (14/7/2021). Mereka diperiksa karena tak memakai masker saat berada di ruang publik.

Ketua Satgas Ops VI Gakkum PPKM Darurat, AKP Munarso mengatakan masker wajib digunakan dalam kondisi pandemi saat ini. Para pelanggar yang di antaranya tukang parkir, pedagang, dan lainnya itu kerap sering beraktivitas di tempat publik dan bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Mereka sebelumnya juga sudah beberapa kali diimbau mematuhi prokes, namun tetap membandel. Satgas kemudian melakukan penindakan dengan mendata pelanggar, kemudian dilakukan pemeriksaan di tempat terbuka halaman Polres Kulon Progo agar tidak menimbulkan kerumunan.

"Pada pemeriksaan ini kami juga belum dapat menentukan mereka sebagai tersangka atau tidak. Kami masih menganalisis penerapan hukum dengan baik dan seksama, serta kearifan lokal yang ada. Jangan sampai kami membuat persoalan-persoalan baru terkait penegakan PPKM," terangnya seusai pemeriksaan.

Pria yang juga menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Kulon Progo ini mengaku belum bisa menjelaskan proses lebih lanjut setelah pemeriksaan, termasuk kemungkinan penanganan hingga pengadilan. Namun, ia menyebut sudah ada aturan hukumnya, yakni Pasal 14 Undang-undang (UU) tentang wabah penyakit menular dan Pasal 93 UU Kekarantinaan Kesehatan.

“Pemeriksaan ini diharapkan sudah bisa memberikan efek jera sekaligus edukasi bagi masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Satu di antara pelanggar, Wardiyana mengaku tidak memakai masker saat berada di pasar. Pedagang di sebuah pasar ini mengaku saat itu hendak pergi membeli rokok. Ia mengaku percaya bahwa Covid-19 itu nyata, karena ada sanak keluarganya yang terpapar. Namun demikian, ia berharap PPKM darurat tak terlalu membatasi aktivitas para pedagang. (scp)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Kamis 15 Juli 2021 halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved