Epidemilog UI Pertanyakan Turunnya Jumlah Testing Spesimen di Tengah Penurunan Kasus Covid-19

Epidemilog UI Pertanyakan Turunnya Jumlah Testing Spesimen di Tengah Penurunan Kasus Covid-19

Editor: Hari Susmayanti
JUNI KRISWANTO / AFP
Petugas kesehatan yang merawat pasien virus corona COVID-19 berbincang di pintu masuk bangsal Rumah Sakit di Jawa Timur, 8 Juli 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Rendahnya testing atau pemeriksaan sampel pasien Covid-19 dalam beberapa hari terakhir dipertanyakan oleh Epidemiolog UI Pandu Riyono.

Sebab, jumlah testing ini seharusnya mlah ditingkatkan di tengah pandemi Covid-19 yang angka penularannya masih cukup massif ini.

"Enggak boleh menurun (jumlah testing) disengaja atau tidak, ada manuver enggak? Supaya tanggal 26 Juli (PPKM) bisa dilonggarkan?," kata Pandu seperti yang dikutip Tribunjogja.com dari Kompas.com dalam artikel berjudul "Pertanyakan Jumlah Kasus Covid-19 dan Testing Turun, Epidemiolog: Supaya 26 Juli Bisa Dilonggarkan?".

Dia mengatakan angka penularan Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini mengalami penurunan dibandikan pekan lalu.

Namun penurunan angka penularan Covid-19 tersebut diikuti dengan menurunnya jumlah testing yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Hal itu menurut Pandu seharusnya menjadi perhatian dari Presiden Jokowi.

Presiden sebagai kepala negara seharusnya mencari tahu mengapa jumlah testing sampel pasien ini mengalami penurunan.

Sebab, testing sampel pasien ini seharunya yang menjadi acuan bagai pemerintah untuk menentukan kebijakan apa yang harus diambil dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini.

"Itu yang saya harapkan dari presiden, (tapi) ternyata tidak. Yang dipilih hanya kasus yang menurun, enggak dicari tahu kenapa itu kasus bisa menurun, seolah-olah itu hasil dari PPKM," ujarnya.

"Kalau itu diambil untuk keputusan, jadi tidak akurat kan," sambungnya.

Baca juga: Indonesia Peringkat ke 14 dari 220 Negara yang Terpapar Virus Corona

Baca juga: BREAKING NEWS : Duka dari Bantul, Seorang Nakes RSUD Panembahan Senopati Gugur Terpapar Covid-19

Lebih lanjut, Pandu menilai, kasus harian Covid-19 di Indonesia saat ini masih meningkat.

Ia mengatakan, jika keterisian tempat tidur di rumah sakit masih meningkat dan kasus kematian masih tinggi, maka tidak benar kasus Covid-19 mengalami penurunan.

"Maka dilihat juga angka rumah sakit, kalau angka RS dan kematian masih tinggi jangan percaya kasus turun," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kasus harian Covid-19 mengalami penurunan seiring dengan menurunnya jumlah tes Covid-19 yang terdata pemerintah.

Data dan fakta itu menunjukkan sangat prematur jika menyatakan bahwa pandemi sudah terkendali.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved