Breaking News:

Pemda DIY Janjikan Penyaluran Bansos untuk Warga Terdampak PPKM Level 4

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji memastikan bahwa Pemda DIY akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga yang terdampak

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji memastikan bahwa Pemda DIY akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga yang terdampak kebijakan PPKM.

Menurutnya, pemerintah pusat juga telah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari APBN untuk program bansos.

"Pemerintah bagi yang sudah tercatat berhak menerima bantuan maka bantuan kita akan segerakan dalam bentuk beras, PKH, dan BLT. Kita minta kabupaten kota untuk disegerakan agar masyarakat dapat menyambung hidup," jelas Aji, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Pemda DIY Berencana Mengadakan Mesin Oksigen Generator untuk Atasi Masalah Kelangkaan

Adapun dari Pemda DIY sendiri juga akan menyalurkan bansos dengan memanfaatkan APBD 2021.

Sasarannya adalah warga terdampak yang sama sekali belum tersentuh bantuan dari pemerintah pusat.

Misalnya adalah pedagang kaki lima (PKL), pelaku wisata, hingga pekerja informal.

Hal ini memungkinkan lantaran pemerintah pusat telah mengizinkan pemda untuk merubah alokasi anggaran di tengah situasi darurat.

"Ini kabupaten/kota mencoba mendata yang terdampak tapi belum menerima bantuan. Kemungkinan ada yang belum mendapatkan. Yang belum, coba kita alokasikan dari APBD DIY maupun kabupaten/kota karena kita boleh melakukan APBD Perubahan," paparnya.

Baca juga: Ini Daftar Sayuran yang Efektif Menurunkan Gula Darah

Aji berharap agar masyarakat bisa mematuhi peraturan dalam PPKM Level 3-4 yang saat ini tengah diberlakukan pemerintah.

Kebijakan ini bertujuan untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi.

"Kebijakan ini dari pusat dan di daerah penerapannya harus sinkron. Kita ingin ada pengurangan kasus positif karena kalu tidak dikurangni maka RS jadi kolaps, angka kematian makin tinggi baik yang perawatan Covid-19 maupun non Covid-19," jelasnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved