Update Corona di DI Yogyakarta
Prokes Kendor, Kasus Covid-19 di Bantul Melonjak
Jumlah penularan tinggi, diduga karena penerapan protokol kesehatan di masyarakat kendor.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Sekda Bantul, Helmi Jamharis mengamini itu.
Menurut dia, selama PPKM Darurat, mobilitas warga di wilayah Bantul sudah berkurang.
Baca juga: Rata-rata Ada 5 Pasien Isoman Meninggal di Rumah Setiap Hari di Bantul
Sebelum PPKM Darurat, menurutnya mobilitas warga di Bantul hanya berkurang 16,5 persen.
"Setelah PPKM Darurat diberlakukan, mobilitas bisa berkurang hingga di atas 30 persen," kata Helmi.
Pengurangan mobilitas ini menjadi penting.
Sebab peningkatan kasus Covid-19 di Bumi Projotamansari dinilai diakibatkan karena mobilitas warga yang masih cukup tinggi.
Mobilitas itu bisa mengakibatkan kerumunan dan kerumunan mengakibatkan transmisi.
Karena itu, selain penyekatan di sejumlah ruas jalan, Helmi mengatakan sudah meminta kepada semua Kapanewon (kecamatan) agar melakukan patroli dan penyekatan di wilayahnya masing-masing jika diperlukan.
"Artinya Kapanewon diberikan action sesuai wewenang di wilayahnya," kata dia.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-update-corona-di-di-yogyakarta.jpg)