Suhu Dieng Pagi Ini Minus 2 Derajat Celcius, Embun di Rumput dan Tanaman Membeku

Suhu udara di kawasan Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumay (16/7/2021) mencapai minus 2 (-2) derajat Celcius

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Widjatmiko untuk TRIBUNJOGJA.COM
Suhu udara di kawasan Dieng, Banjarnegarqa, Jawa Tengah, Jumay (16/7/2021) mencapai minus 2 (-2) derajat Celcius. 

TRIBUNJOGJA.COM, DIENG – Suhu udara di kawasan Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Jumat (16/7/2021) mencapai minus 2 (-2) derajat Celcius.

Embun yang berada di rerumputan, pucuk-pucuk tanaman di kawasan wisata budaya ini membeku jadi kristal es.

“Kaki, tangan, tubuh terasa kaku,” kata Widjatmiko, warga di Dieng Kulon kepada Tribunjogja.com.

Suhu ekstrem di bawah nol derajat Celcius ini fenomena tahunan. Warga Dieng mengenalnya fenomena embun upas.
Suhu turun hingga di bawah nol derajat Celcius ini umumnya terjadi di puncak musim kemarau, antara Juli-Agustus.

Suhu udara di kawasan Dieng, Banjarnegarqa, Jawa Tengah, Jumay (16/7/2021) mencapai minus 2 (-2) derajat Celcius.
Suhu udara di kawasan Dieng, Banjarnegarqa, Jawa Tengah, Jumay (16/7/2021) mencapai minus 2 (-2) derajat Celcius. (Widjatmiko untuk TRIBUNJOGJA.COM)

Menurut Miko, sapaan Widjatmiko yang pegiat sejarah dan cagar budaya, suhu di bawah nol derajat Celcius pernah terjadi beberapa pekan lalu.

“Kemarin paling pol nol derajat Celcius. Di bawah nol pernah, minggu lalu, tapi saya malas keluar,” kata Miko yang tengah terlibat konsolidasi candi di Dieng.

Menurut Miko, aktivitas warga Dieng yang umumnya petani, berlangsung seperti biasa. Petani kentang sejak pagi sudah pergi ke kebun.

Sementara objek wisata di kawasan Dieng ini ditutup total sejak penerapan PPKM Mikro akibat merebaknya pandemi virus Corona.

Suhu dingin di berbagai belahan dunia, termasuk yang dirasakan di Pulau Jawa saat ini, ramai dikabarkan dipengaruhi posisi astronomis bumi terhadap matahari.

Suhu udara di kawasan Dieng, Banjarnegarqa, Jawa Tengah, Jumay (16/7/2021) mencapai minus 2 (-2) derajat Celcius.
Suhu udara di kawasan Dieng, Banjarnegarqa, Jawa Tengah, Jumay (16/7/2021) mencapai minus 2 (-2) derajat Celcius. (Widjatmiko untuk TRIBUNJOGJA.COM)

Bulan ini bumi memang berada di posisi terjauh dari matahari, atau yang disebut fenomena aphelion. Puncaknya terjadi Juni.

Aphelion 2021 terjadi pada 6 Juni 2021, dan puncaknya berlangsung pada pukul 05.27 WIB, 06.27 WIB, 07.27 WIB pada jarak 152.100.527 kilometer.

Dikutip dari Kompas.com, Andi Pangerang Hasanudin, peneliti di Lembaga Antariksa Nasional (Lapan), saat aphelion, orbit bomi tidak sepenuhnya lingkaran sempurna.

Tapi berbentuk elips yang kelonjongannya sekira 1/60. Diameter matahari saat itu akan tampak lebih kecil dari rata-rata sebelumnya.

Andi menyebutkan, fenomena aphelion khusus akan terjadi 4410 tahun dari saat ini, karena bertepatan equinok September.

Dampak langsung aphelion terhadap bumi secara umum tidak ada. Andi Pangerang menepis suhu ekstrem dingin di beberapa daerah terjadi akibat fenomena aphelion.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved