Breaking News:

Headline

Pengadaan Lahan Tol Butuh Rp1,2 T, Seksi 1 Trase Yogya-Bawen Ditenderkan Agustus

Progres pembayaran Uang Ganti Rugi untuk tol Yogya-Bawen telah mencapai Rp62 miliar. Ganti untung ini diperuntukan bagi warga Desa Tirtoadi, Mlati.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Agus Wahyu
Dokumentasi Satker PPK PJBH Kemen PUPR
Potret satelit Trase Lama dan Trase Baru Tol Yogya-Bawen 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Progres pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) untuk tol Yogya-Bawen telah mencapai Rp62 miliar. Ganti untung ini diperuntukan bagi warga Desa Tirtoadi, Mlati, Kabupaten Sleman.
"Progres kami saat ini yang sudah dilakukan pembayaran UGR sebesar Rp62 miliar. Sementara alokasi dana talangan yang diberikan pemerintah saat ini baru Rp365 miliar," kata Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), Mirza Nurul Handayani, Selasa (12/7).
Ia menjelaskan, setelah dilakukan penilaian oleh tim appraisal, kebutuhan dana pengadaan lahan tol khusus di wilayah DIY sekitar Rp1,2 triliun. Pihaknya berharap dana tersebut dapat tersedia di tahun ini supaya proses pembayaran UGR dapat diselesaikan seluruhnya dengan cepat.
"Setelah dilakukan penilaian oleh appraisal, kebutuhan dana pengadaan tanah di wilayah Yogyakarta sekitar Rp1,2 triliun. Kami berharap dana itu dapat tersedia di tahun ini, " jelasnya.
Terkait proses konstruksi, Mirza mengungkapkan untuk seksi 1 yang terletak di wilayah DIY akan ditenderkan pada Agustus mendatang. Lantaran masih dalam tahapan rencana teknis, proses itu pun saat ini masih dikonsultasikan ke Ditjen Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
"Untuk konstruksi seksi 1 akan ditenderkan Agustus tahun ini. Karena masih dalam tahap rencana teknis, prosesnya masih diasistensikan ke Bina Marga dan BPJT," terang Mirza.
Sedangkan untuk progres tol Yogyakarta-Bawen yang masuk di wilayah Jawa Tengah, Mirza menjelaskan, prosesnya masih dalam pembuatan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sebagai syarat diterbitkannya Izin Penetapan Lokasi (IPL).
Oleh karena itu, Mirza memperkirakan pengadaan lahan tol Yogyakarta-Bawen khusus yang ada di wilayah Jawa Tengah baru akan dimulai pada akhir tahun ini."Sehingga pelaksanaan konstruksi seksi 2 dan 6 (Jateng) paling cepat tahun depan," paparnya.
Namun demikian, meski termasuk ke dalam sektor kritikal yang seharusnya diperbolehkan beroperasi secara penuh, tahapan pembangunan tol Yogyakarta-Bawen sedikit terkendala. Hal ini sebagai akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat saat ini.
"PPKM Darurat berpengaruh terutama untuk koordinasi. Misalnya, seharusnya kemarin ada rapat antara appraisal dengan BPN tapi ditunda karena kantor BPN sedang lockdown," ungkapnya.
Dia berharap keterlambatan proses pembangunan tol Yogyakarta-Bawen akibat sulitnya koordinasi dengan BPN dimasa PPKM Darurat tidak terlalu signifikan. "Semoga keterlambatannya tidak terlalu signifikan. Walaupun kami termasuk PSN yang masuk sektor kritikal, tapi karena ini ditahap persiapan, maka harus banyak koordinasi sehingga mengalami sedikit hambatan," terang dia.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJBH Kementerian PUPR, Totok Wijayanto, membenarkan bahwa pembayaran UGR masih di Desa Tirtoadi. Ia menyebutkan total lahan yang terdampak tol Yogyakarta-Bawen di Desa tersebut sekitar 344 bidang.
"Sampai sejauh ini masih di Tirtoadi saja. Kurang lebih ada sekitar 344 bidang," terang dia.
Pria yang akrab disapa Totok itu belum memastikan untuk desa yang akan mendapat giliran pembayaran UGR setelah Desa Tirtoadi akan menyasar ke mana. "Belum dipastikan, ya tentu yang terdekat dari Desa Tirtoadi nanti," pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved