Berita Kesehatan
Menguap Saat Berolahraga Ternyata Bukan Pertanda Ngantuk, Ini Penjelasan Ahli
Teori lainnya menyebutkan bahwa menguap adalah cara lain bagi tubuh untuk melakukan termoregulasi, melalui aksi neurotransmiter.
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Beberapa tanda terbesar sindrom serotonin adalah hipertermia, menggigil, berkeringat, dan vasokonstriksi. Proses ini juga terlihat jelas bagi pengguna SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) atau SNRI (selective serotonin and norepinephrine reuptake inhibitor) yang mengalami efek samping umum (~ 11%) dari obat-obatan, yakni menguap berlebihan.
Meskipun seseorang mungkin tidak menyadarinya, peningkatan kadar serotonin dalam tubuh mereka meningkatkan suhunya, dan oleh karena itu, kecepatan menguapnya. Studi kasus menunjukkan pasien mengalami sebanyak 200 menguap per hari!
Alasan utama kita menguap secara sadar adalah untuk meredakan tekanan di tengkorak kita, seperti saat Anda mencoba 'melongokkan telinga' di pesawat, sehingga peningkatan frekuensi menguap bisa menjadi upaya tubuh untuk meredakan hipertensi intrakranial (terlalu banyak tekanan pada otak).
Juga bisa menjadi pertana migrain, atau bahkan masalah jantung atau ginjal. Jadi, jika Anda tidak hangat, mengonsumsi SS / SNRI, mengantuk atau cemas, dan mengalami menguap berlebihan, mungkin perlu untuk diberitahukan kepada dokter Anda. Akhirnya, setidaknya misteri menguap saat olahraga itu bisa terjawab, dengan pola berlari cepat, hangat, mulai menguap. (*/Prevention/McGill)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/olahraga-berlari-dan-jogging-dapat-menekan-risika-kematian-dini.jpg)