Berita Kesehatan

Menguap Saat Berolahraga Ternyata Bukan Pertanda Ngantuk, Ini Penjelasan Ahli 

Teori lainnya menyebutkan bahwa menguap adalah cara lain bagi tubuh untuk melakukan termoregulasi, melalui aksi neurotransmiter.

Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
IST/CordMagazine
Ilustrasi Jogging 

TRIBUNJOGJA.COM - Menguap saat berolahraga, mungkin Anda pernah mengalami yang satu ini. Tidak hanya sekali, tapi hal ini bisa terjadi berkali-kali. Pertanyaannya, apakah reaksi tubuh tersebut merupakan pertanda bahwa Anda mengantuk?

Berdasarkan kajian, ternyata menguap saat berolahraga itu bukanlah pertanda bahwa Anda sedang mengantuk.

Lantas apa penyebabnya?

ILUSTRASI - Penyebab Menguap Saat Sedang Berolahraga
ILUSTRASI - Penyebab Menguap Saat Sedang Berolahraga (NET)

Apa itu menguap?

Secara istilah, menurut KBBI menguap adalah mengangakan mulut dengan mengeluarkan napas karena mengantuk.

Namun secara umum, menguap merupakan misteri medis.

Ilmuwan pernah mengatakan bahwa tubuh Anda membutuhkan lebih banyak oksigen.

Saat Anda mengambil napas normal dan dangkal, banyak kantung udara paru-paru, atau alveoli yang tak terisi udara.

Teorinya adalah bahwa otak Anda akan memicu menguap untuk memindahkan udara jauh ke dalam paru-paru dan membiarkan semua alveoli tetap digunakan.

Tetapi penelitian belum membuktikan teori itu. Bahkan ketika para peneliti meminta sukarelawan menghirup oksigen murni 100 persen, itu tidak mengurangi jumlah menguap.

Baca juga: Penjelasan Ilmiah Kenapa Kita Menguap dan Kenapa Menguap Bisa Menular

Meningkatkan tekanan darah

Beberapa ahli percaya bahwa menguap adalah cara tubuh Anda bersiap untuk aktivitas yang energik atau sulit.

Secara fisiologis, menguap meningkatkan tekanan darah dan detak jantung Anda.

Ada bukti bahwa atlet Olimpiade juga sering menguap sebelum kompetisi dan pasukan terjun payung menguap sebelum melompat.

Jelas, jika Anda kurang tidur, seperti kebanyakan orang lainnya, Anda mungkin hanya menguap karena Anda lelah, terutama jika, seperti yang Anda katakan, Anda berolahraga di pagi dan sore hari, yang biasa terjadi.

Di dunia hewan, menguap sering kali merupakan respons terhadap stres.

Perhatikan anjing Anda. Saat dia sangat bersemangat, dia akan banyak menguap.

Anjing menggunakan menguap sebagai "sinyal yang menenangkan", cara untuk memberi tahu anjing lain - dan orang lain - bahwa mereka merasa cemas dan perlu istirahat.

Beberapa ahli percaya stres dapat merangsang reaksi serupa pada manusia. Akhirnya, Anda bisa membuat Anda menguap hanya dengan memikirkannya. Jadi, jika Anda terobsesi untuk menguap, Anda pasti akan mulai menguap.

Apa pun alasannya, menguap berlebihan tentu akan sangat merugikan. Bayangkan saja jika Anda terus menguap saat berbicara dengan bos Anda.

Padahal Anda sendiri merasa sudah memiliki tidur yang cukup.

Bisa jadi, kelelahan adalah penyebabnya.

Selanjutnya, pertimbangkan pengobatan. Obat-obatan tertentu, terutama antidepresan kelas SSRI seperti Prozac, dapat menyebabkan orang menguap berlebihan.

Akhirnya, menguap tanpa henti adalah tanda yang mungkin dari masalah vasovagal (detak jantung dan tekanan darah) yang mendasarinya. Jadi, hubungi dokter Anda dan buat janji temu.

Anda dapat membantunya mendiagnosis kondisi Anda dengan melacak seberapa sering Anda menguap setiap hari, seberapa lama Anda tidur, dan obat-obatan apa (termasuk herbal dan obat bebas) yang Anda minum.

Termoregulasi Tubuh

Sementara itu teori lainnya menyebutkan bahwa menguap adalah cara lain bagi tubuh untuk melakukan termoregulasi, melalui aksi neurotransmiter.

Serotonin adalah neurotransmitter penting dalam regulasi aliran darah kulit, dan termoregulasi aliran darah ini.

Peningkatan serotonin telah terbukti meningkatkan suhu tubuh dan otak, perubahan yang menyebabkan tubuh memicu lebih banyak menguap, dalam upaya untuk mendinginkan dirinya sendiri.

Efek serotonin pada termoregulasi sangat jelas terlihat pada kasus pasien yang menderita sindrom serotonin, suatu kondisi yang disebabkan oleh kelebihan serotonin dalam sistem mereka, biasanya dari penggunaan beberapa obat yang mempengaruhi serotonin secara bersamaan.

Beberapa tanda terbesar sindrom serotonin adalah hipertermia, menggigil, berkeringat, dan vasokonstriksi. Proses ini juga terlihat jelas bagi pengguna SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) atau SNRI (selective serotonin and norepinephrine reuptake inhibitor) yang mengalami efek samping umum (~ 11%) dari obat-obatan, yakni menguap berlebihan.

Meskipun seseorang mungkin tidak menyadarinya, peningkatan kadar serotonin dalam tubuh mereka meningkatkan suhunya, dan oleh karena itu, kecepatan menguapnya. Studi kasus menunjukkan pasien mengalami sebanyak 200 menguap per hari!

Alasan utama kita menguap secara sadar adalah untuk meredakan tekanan di tengkorak kita, seperti saat Anda mencoba 'melongokkan telinga' di pesawat, sehingga peningkatan frekuensi menguap bisa menjadi upaya tubuh untuk meredakan hipertensi intrakranial (terlalu banyak tekanan pada otak).

Juga bisa menjadi pertana migrain, atau bahkan masalah jantung atau ginjal. Jadi, jika Anda tidak hangat, mengonsumsi SS / SNRI, mengantuk atau cemas, dan mengalami menguap berlebihan, mungkin perlu untuk diberitahukan kepada dokter Anda. Akhirnya, setidaknya misteri menguap saat olahraga itu bisa terjawab, dengan pola berlari cepat, hangat, mulai menguap. (*/Prevention/McGill)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved