Desa Wisata Nglanggeran Gunungkidul, Pernah Raih Penghargaan Wisata Berkelanjutan Kelas Dunia

Desa wisata ini pernah meraih juara dalam ASEAN's Community Based Tourism 2017. Di sini kamu bisa menikmati wisata gunung, embung, dan air terjun

Tayang:
Istimewa
Desa Wisata Nglanggeran Gunungkidul, Pernah Raih Penghargaan Wisata Berkelanjutan Kelas Dunia 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL – Sudah bukan rahasia jika desa wisata menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di awal 2021.

Kemenparekraf menargetkan sebanyak 244 desa wisata tersertifikasi menjadi desa wisata mandiri hingga 2024. Dari 244 desa wisata, sebanyak 150 desa wisata berada di lima destinasi super prioritas (5 DSP) dan akan diperluas.

Sebagi destinasi wisata, desa wisata memiliki keunggulan di mana kamu bisa menikmati budaya, alam, dan kesahajaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah lewat sertifikasi desa wisata berkelanjutan yang sudah diberikan ke 16 desa wisata di Indonesia.

“Kami memberikan sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan untuk mewujudkan pariwisata yang lestari dan sejahtera. Sertifikasi ini sebagai bentuk terlaksananya wisata yang berkualitas di tengah kondisi COVID-19 dengan menerapkan 4K, yaitu Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, awal April 2021.

Dari 16 desa wisata yang sudah tersertifikasi tersebut, ternyata ada yang pernah meraih penghargaan dunia terkait wisata berkelanjutan.

Salah satunya Desa wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikenal berkat keberadaan Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk.

Desa wisata ini pernah meraih juara dalam ASEAN's Community Based Tourism 2017.

Di sini kamu bisa menikmati wisata gunung, embung, dan air terjun.

Keindahan alam dan kesahajaan masyarakatnya primadona wisatawan yang ingin menikmati pemandangan alam spektakuler dari ketinggian. Namun siapa sangka destinasi populer ini dirintis oleh anak muda setempat. 

Sugeng Handoko, satu di antara orang yang ikut merintis dan mengembangkan Desa Wisata Nglanggeran hingga kini. Gagasan itu muncul di tahun 1999. 

"Pengembangan Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba diawali oleh Kelompok Pemuda Karang Taruna Desa Nglanggeran," kata Sugeng pada Tribunjogja.com.

Ya, Gunung Api Purba adalah ikon utama Desa Wisata Nglanggeran.

Berawal dari upaya penghijauan kawasan, gagasan itu lantas berlanjut ke pengembangan kawasan unik tersebut.

Berkat upaya keras itu, para pemuda ini lantas dipercaya Pemerintah Desa Nglanggeran untuk mengelola lahan seluas 48 hektare.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved