Sport
KAI Bima Perkasa Jogja Kembali Kehilangan Satu Pemainnya
Penyebab Bima Perkasa kehilangan pemainnya disinyalir karena saat ini sisi finansialnya terdampak pandemi Covid-19.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - KAI Bima Perkasa Jogja kembali harus kehilangan pemainnya, kini giliran Raylly Pratama.
Padahal sebelumnya ia masih memiliki kontrak hingga akhir bulan tahun 2021 ini.
Penyebabnya disinyalir karena saat ini Bima Perkasa Jogja terdampak di sisi finansial akibat pandemi Covid-19.
Hal itu pun membuat pemasukan klub menjadi terhambat, sehingga berpengaruh terhadap pembayaran gaji pemain.
Baca juga: Pelatih Baru KAI Bima Perkasa Jogja Akan Didatangkan September Nanti
Raylly Pratama pun mengonfirmasi secara langsung, bahwa dirinya tidak lagi bekerja sama dengan KAI Bima Perkasa Jogja, namun hingga akhir tahun ia akan mendapat kompensasi sebanyak 50 persen gaji.
"Posisi saat ini saya di Jakarta dan punya kesibukan, apalagi sekarang PPKM, jadi kalau mau pulang pergi juga cukup menghambat. Terus kemarin saya juga sudah dapat kabar dari manajemen kalau untuk musim nanti tidak ada rencana untuk saya di BPJ, tapi saya dapat kompensasi dari kontrak 50 persen," kata Raylly, Minggu (11/7/2021).
"Ya sebelumnya juga saya diskusi bagaimana baiknya, akhirnya keputusannya tidak balik ke Yogyakarta, syukurlah dari manajemen sudah baik dan kasih dukungan," imbuhnya.
Dengan klausul tersebut, yang juga eks pemain Satria Muda itu tidak keberatan sama sekali, ia beranggapan bahwa kebijakan tersebut dapat sekaligus meringankan beban finansial dari BPJ.
Baca juga: Persiapan IBL 2022, KAI Bima Perkasa Siap Rekrut Atlet Basket PON dan Pemain Senior
Sebelumnya, presiden klub KAI Bima Perkasa Jogja, Edy Wibowo menuturkan pada persiapan Indonesian Basketball League (IBL) selanjutnya, mereka akan mencari sosok pemain muda dan pemain berpengalaman untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Nuke Tri Saputra dan Isman Thoyib.
Lalu kepergian Raylly Pratama ini disinyalir karena sosok pemain berusia 31 tahun ini tidak lagi muda, sehingga klub lebih memilih pemain lain yang lebih muda.
ia pun menuturkan setelah hengkang dari BPJ sudah ada beberapa klub yang menanyakan soal dirinya, hanya saja Raylly menyebut jika negosiasi yang berlangsung tidak akan cepat.
"Memang sudah ada yang tanya, tapi tidak secepat itu juga, pemain tua seperti saya tidak selaku itu, karena banyak anak-anak muda sekarang bagus-bagus mainnya," ujarnya sambil diselingi tawa.
Sementara itu, rookie Bima Perkasa, Samuel Devin Susanto yang kini masih berlatih untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 bulan Oktober nanti di Papua, masih memiliki keinginan untuk membela klub basket satu-satunya asal Yogyakarta itu.
Baca juga: KAI Bima Perkasa Jogja Segera Gelar Latihan Pemain
Kontrak Devin juga disebut akan berakhir pada akhir tahun ini, namun hingga sekarang pemain asli kelahiran Surakarta itu masih menunggu soal keputusan manajemen soal kelanjutan kontraknya di Bima Perkasa.
"Kalau keinginan main di BPJ masih, cuma ini masih nunggu keputusan dari manajemen seperti apa," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kai-bima-perkasa-jogja-kembali-kehilangan-satu-pemainnya.jpg)