Jawa
Selama PPKM Darurat, Tingkat Mobilitas Warga Klaten Diklaim Berkurang Signifikan
Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan jika selama pelaksanaan PPKM Darurat di daerah itu tingkat mobilitas warganya berkurang cukup signifikan.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan jika selama pelaksanaan PPKM Darurat di daerah itu tingkat mobilitas warganya berkurang cukup signifikan.
Hal itu ia sampaikan usai mengikuti apel gelar pasukan gabungan Satgas Covid-19 di Alun-alun Klaten, Rabu (7/7/2021).
"Setelah dilakukan PPKM Darurat di Klaten, angka korona di Klaten menurun. Kemarin evaluasi dengan Pak Menko, Pak Luhut bahwa Kabupaten Klaten juga dalam tahap penurunan mobilitas masyarakat," ucap Sri Mulyani.
Menurutnya, minimnya mobilitas atau pergerakan warga di Kabupaten Bersinar berada nomor dua di Jawa Tengah setelah Semarang.
Baca juga: Penyekatan PPKM Darurat di Prambanan Klaten, Polisi Putar Balik Puluhan Kendaraan
"Kita dalam PPKM Darurat ini nomor dua di Jawa Tengah setelah Semarang dalam hal meminilkan pergerakan orang," ucapnya.
Kemudian lanjut dia, ia meminta Satgas Covid-19 Klaten untuk terus memantau penerapan PPKM darurat hingga 20 Juli mendatang.
"Dengan data itu kami akan semakin masif untuk melaksanakan operasi yustisi maupun pencegahan. Kami sudah bentuk Satgas di setiap kecamatan dan desa," katanya.
Untuk menampung isolasi pasien COVID-19, katanya Pemkab Klaten juga telah menyiapkan tempat isolasi terpusat baik tingkat kabupaten, kecamatan dan desa.
"Kami juga operasionbalkan satu rumah sakit darurat untuk korona.Kami minta kerjasama masyarakat untuk mematuhi 5M agar virus korona bisa kita tekan," jelasnya.
Baca juga: Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro Gelar Apel Pasukan di Klaten
Sementara itu, Jajaran Polres Klaten juga menggelar penyekatan di Kecamatan Prambanan perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut dilakukan selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung sejak Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021).
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Klaten, AKP Abipraya Guntur Sulastiasto mengatakan selama empat hari menggelar penyekatan pihaknya sudah memutar balik sekitar 25 kendaraan.
"Sejak hari pertama, kita telah menindak sebanyak 25 kendaraan berpelat luar daerah yang mau memasuki wilayah Klaten," ujarnya.
Ia mengatakan, puluhan kendaraan itu ditindak oleh pihaknya lantaran tidak bisa menunjukan surat atau persyaratan perjalanan di masa PPKM Darurat.
Baca juga: Dua Hari PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Klaten Tutup 29 Panti Pijat dan 10 Rumah Makan
"Kendaraan-kendaraan ini tidak bisa menunjukan surat kelengkapan perjalanan di masa PPKM Darurat," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/selama-ppkm-darurat-tingkat-mobilitas-warga-klaten-diklaim-berkurang-signifikan.jpg)