Breaking News:

Jawa

Kapolda Jateng dan Pangdam IV Diponegoro Gelar Apel Pasukan di Klaten

Apel gelar pasukan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan PPKM Darurat di Klaten.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto saat press conference usai apel gelar pasukan gabungan Satgas Penanganan Covid-19 di Klaten, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto menggelar apel gelar pasukan gabungan Satgas Penanganan Covid-19 di wilayah Klaten, Rabu (7/7/2021).

Apel gelar pasukan gabungan tersebut dilangsungkan di Alun-alun Klaten yang diikuti oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Klaten dan Satgas Covid-19 Klaten yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, pemerintah kecamatan dan desa, hingga Ormas yang ada di daerah itu.

"Hari ini saya hadir karena ingin melihat secara dekat pelaksanaan PPKM Darurat di Klaten. Secara umum sudah baik. Namun kita akan bicara dengan Bupati dan Forkopimda Klaten terkait evaluasi dari pelaksanaan. Nantinya apa yang akan kita isi dari Polda maupun Kodam," ujar Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Rudianto saat memimpin apel.

Jenderal Bintang Dua itu menambahkan, penyebaran  virus Covid-19 yang kian marak akhir-akhir ini disinyalir dari carrier atau virus yang dibawa oleh seseorang dari satu tempat ke tempat lain.

Baca juga: Pemkab Klaten Tambah Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Terpusat di Jogonalan

"Covid-19 saat ini carrier-nya disinyalir dari manusia yang bergerak dari satu titik ke titik lain. Sehingga perlu adanya pembatasan kegiatan, maka pemerintah melakukan PPKM Darurat untuk membatasi," ucapnya.

Menurut Rudianto, hasil evaluasi PPKM Darurat yang telah berlangsung selama 5 hari ini dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI di Jawa Tengah terdapat 15 persen penurunan mobilitas manusia.

"Evaluasi dari Menko Marves selama PPKM Darurat di Jateng pergerakan orang atau manusia menurun 15 persen. Padahal target kita bisa menurun 30 persen atau syukur bisa capai 50 persen," tegasnya.

Ia menjelaskan, dengan menurunnya pergerakan manusia selama PPKM Darurat, maka angka Covid-19 bisa menurun.

"Dengan kurangnya pergerakan orang maka pembawa virus berkurang dan kasus bisa menurun. Pelaksanaan PPKM sudah berjalan. Saya apresiasi Bupati dan Forkopimda Klaten yang bersatu menjalankan PPKM ini," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan, apel gelar pasukan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan PPKM Darurat di Klaten.

Baca juga: Dua Hari PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Klaten Tutup 29 Panti Pijat dan 10 Rumah Makan

"Apel pelaksanaan PPKM Darurat di Klaten tersebut untuk mengevaluasi kegiatan PPKM. Bukan berarti rekan-rekan tidak bagus, yang bagus akan kita tingkatkan dan yang kurang akan kita tambah," ucapnya.

Kapolda menekankan pentingnya perubahan dalam penanganan Covid-19 dalam masa PPKM Darurat tersebut.

"Setelah apel ini harus ada perubahan penanganan Covid-19 di Klaten. Tolong dari desa kecamatan dan Pemkab bergerak bersama-sama," urainya.

Ia mengatakan, Klaten berada di wilayah aglomerasi antara Yogyakarta dan Solo, sehingga butuh tantangan tersendiri dalam menangani kasus korona selama PPKM Darurat.

"Kita amati penduduknya berada di wilayah aglomerasi antara Jogja dan Solo. Jadi ini tantangan tersendiri. Saya minta tolong PPKM Darurat betul-betul dilaksanakan," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved