Breaking News:

Jawa

Pemkab Magelang Minta Masyarakat Laksanakan 'Gerakan Eling Lan Ngelingke'

Gerakan Eling Lan Ngelingke yakni memiliki arti ingat dan saling mengingatkan untuk pengendalian penyebaran Covid-19. 

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kabupaten Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Di tengah naiknya lonjakan kasus Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang meminta masyarakat untuk melaksanakan 'Gerakan Eling Lan Ngelingke'.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin menjelaskan 'Gerakan Eling Lan Ngelingke' yakni memiliki arti ingat dan saling mengingatkan untuk pengendalian penyebaran Covid-19

Menurutnya, pandemi masih belum berakhir  bahkan terdapat varian baru (Delta) yang kian meluas penyebarannya hingga saat ini.

Baca juga: Pemkab Magelang Gentikan Sementara Layanan WiFi Demi Cegah Kerumunan

"Saya berharap masyarakat memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, bahwa bahaya (Covid-19) ada di tengah-tengah kita. Maka kita harus saling ingat mengingatkan agar semua tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan mempedomani menggunakan masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas yang paling penting. Kalau tidak penting tidak usah keluar rumah," katanya, Rabu (30/06/2021).

Ia menyebutkan bahwa, saat ini pusat-pusat kesehatan di Kabupaten Magelang telah mengalami keterbatasan. 

Maka kesadaran masyarakat secara kolektif adalah kunci penting yang harus dimunculkan bersama.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa, saat ini Pemerintah Kabupaten Magelang telah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat secara ketat. 

Satu di antara contohnya adalah acara pernikahan yang hanya diberikan izin 10 orang saja pada akad nikah, sementara untuk resepsinya untuk dilakukan penundaan terlebih dahulu untuk mengurangi kerumunan.

"Bahkan instruksi dari Bapak Gubernur terhadap RT/RW yang ada di zona merah untuk dilakukan penutupan sementara," ujarnya.

Baca juga: Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19, Pemkab Magelang Minta Masyarakat Tak Abai Prokes

Sementara untuk mengantisipasi rumah sakit ketika penuh, Pemerintah Kabupaten Magelang telah menyiapkan rumah sakit di Candi Umbul Grabag, Rumah Sakit di Salaman, Balai Kesehatan, dan mempersiapkan beberapa tempat lainnya termasuk hotel apabila memang diperlukan.

Sementara itu, Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para pegiat dan pengelola pariwisata, dengan kesadarannya juga sementara menutup kegiatan-kegiatan pariwisata. 

Menurutnya, dengan menutup pariwisata sementara waktu sudah ikut membantu Pemerintah Kabupaten Magelang dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

"Kalau nanti sudah bisa menekan Covid-19 ini, akan ada aktivitas lagi kok. Karena memang arahan dari Bapak Presiden juga, kita harus bisa menekan laju perkembangan Covid ini tapi juga dari sisi ekonomi tetap harus jalan. Namun melihat perkembangan kasus terakhir ini cukup tinggi maka kita harus cooling down sesaat," pungkasnya. ( Tribunjoga.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved