Breaking News:

Jawa

Terjadi Lonjakan Kasus COVID-19, Pemkab Magelang Minta Masyarakat Tak Abai Prokes

Adanya kenaikan diakibatkan mulai muncul kegiatan-kegiatan masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Suasana konferensi pers penanganan COVID-19 di Kabupaten Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang (Pemkab) Magelang menilai naiknya kasus COVID-19 di wilayahnya diakibatkan masyarakat mulai abai protokol kesehatan (prokes).

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan, adanya kenaikan diakibatkan mulai muncul kegiatan-kegiatan masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, sehingga harus perlu ditegur dan diberikan peringatan oleh petugas.

"Kamu berharap masyarakat memiliki kesadaran yang tinggi agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan tidak harus ditegur oleh petugas," ujar Nanda Cahyadi Pribadi saat Konferensi Pers Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang di Ruang Command Center, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: Update COVID-19 Kabupaten Magelang 3 Juni 2021, Tambahan 49 Orang dan 24 Pasien Sembuh

Ia  menambahkan, lonjakan kasus terjadi sangat signifikan pada  (10/6/2021) kemarin.

Di mana terkonfirmasi COVID-19 terdapat penambahan sebanyak 101 kasus yang tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang

Penambahan kasus terkonfirmasi tersebut diantaranya berasal dari Kecamatan Tempuran sebanyak 16 kasus, Kecamatan Mertoyudan 15 kasus, Kecamatan Srumbung 14 kasus, Kecamatan Secang 12 kasus, dan Kecamatan Borobudur 7 kasus.

Menurutnya, hal Ini menunjukan banyaknya penduduk di Kabupaten Magelang juga berpengaruh sangat signifikan terhadap perkembangan kasus. 

Bisa jadi dengan kondisi penduduk yang banyak, mobilitasnya tinggi, sehingga mengakibatkan aktivitasnya pun ikut meningkat. 

Baca juga: Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, Polres Magelang Gelar Vaksin Massal untuk Masyarakat

"Setelah kami telusuri kasus-kasus cukup tinggi ini berasal dari kontak erat, termasuk di Kecamatan Srumbung juga ada kluster jamaah. Beberapa waktu yang lalu lebih tepatnya di Kecamatan Mertoyudan terdapat acara pengajian di sebuah Masjid, mungkin karena tidak menjalankan protokol yang sangat ketat maka juga terjadi kluster," terangnya.

Diketahui, jumlah terkonfirmasi yang dirawat di Rumah Sakit saat ini berjumlah 125 pasien, melakukan isolasi mandiri sebanyak 262 orang, total terdapat 387 yang masih terkonfirmasi positif.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya telah memerintahkan kepada Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang untuk betul-betul mencermati kasus per kasus, terutama kasus yang cukup besar yang berpotensi menimbulkan dampak penyebaran COVID-19 yang lebih luas.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Satgas di tingkat Kecamatan agar pelaksanaan PPKM Mikro lebih kita ketatkan terutama dalam penanganan isolasi mandiri supaya tidak menyebar kemana-mana. Bagi pasien yang bergejala bisa langsung di rujuk ke fasilitas kesehatan di Rumah Sakit yang sudah kita siapkan, RSUD Muntilan dan RSD Merah Putih," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved