Ketua Umum KONI DIY Akan Turunkan Satgas Puslatda Untuk Kontrol Kondisi Atlet di Tengah Pandemi

Penyebaran pandemi Covid-19 di Yogyakarta telah mengalami kenaikan hingga sekitar 300 atau sekitar 830 kasus positif dalam satu hari hingga

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ketua Umum KONI DIY, Prof. Dr. H. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyebaran pandemi Covid-19 di Yogyakarta telah mengalami kenaikan hingga sekitar 300 atau sekitar 830 kasus positif dalam satu hari hingga hari ini (27/6/2021).

Hal tersebut dapat mengakibatkan batalnya atau pengunduran beberapa agenda kejuaraan olahraga 

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indoensia (KONI) DI Yogyakarta, Djoko Pekik Irianto mewanti-wanti kepada seluruh klub, komunitas olahraga, hingga cabang olahraga puslatda Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk lebih proaktif melakukan pengawasan terhadap atletnya, lantaran angka penyebaran Covid-19 semakin tinggi.

Baca juga: Konsultan Jasa Akuntan Berikan Kiat Kelola Keuangan untuk Masa Depan Para Pelukis di Sleman

Ia meminta agar para atlet terus dikontrol secara berkala agar indikasi penyebaran Covid-19 di kalangan olahragawan bisa dikendalikan.

Sehingga nantinya dapat tetap melangsungkan lomba atau kejuaraan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Kepada seluruh pelatihan di klub, puslatkab/kot, puslatda PON, pelatihan usia dini, pelatihan komunitas, ekstra kurikuler olahraga di Sekolah, UKM di perguruan tinggi, PPLP- PPLM,  termasuk  kegiatan penataran, rakerda, musda dan lainnya agar serius mengontrol atletnya supaya tidak terpapar Covid-19," katanya, Minggu (27/6/2021).

Djoko menginginkan supaya model pengawasan dapat dilakukan dengan cara  turun langsung ke  lapangan, supaya semua  orang yg terlibat dalam kegiatan olahraga benar-benar disiplin dengan protokol kesehatan. 

"Untuk mengontrol latihan puslatda PON, KONI DIY meminta Satgas untuk  aktif turun ke tempat-tempat latihan. Demikian juga KONI Kab/Kota diminta benar-benar mengontrol latihan persiapan Porda yakni pustalkab/kota, baik di venue milik Pemda atau Pemkab/Kot seperti Mandala Krida, lapangan Kenari, Kridosono, SSA, Stadion Maguwo dan sentra lain agar benar-benar disiplin prokes utamanya menghindari kerumunan," papar Djoko.

Baca juga: Lantik Pejabat Baru Dirut Obwis Taman Kyai Langgeng, Pemkot Magelang Harapkan Ada Perbaikan

Tak lupa, pria yang juga sebagai guru besar FIK UNY itu mengimbau kepada orang tua atlet untuk waspada terhadap kondisi kesehatan anak-anaknya.

Ia juga meminta jika ada indikasi batuk pilek untuk tidak datang latihan di klub, sebagai tindakan preventif untuk menekan laju penyebaran di kalangan atlet.

Selanjutnya, ia juga ingin semua atlet/pelatih yang akan mengikuti latihan gabungan atau tryout untuk melakukan tes usap antigen lebih dulu agar mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini sebelum melangsungkan kegiatan.

Terakhirnya, Djoko berharap semua atlet, pelatih, dan pengurus cabor untuk segara mendapatkan vaksin di wilayah masing-masing. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved