Tegas, Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi Tolak Bertemu Joe Biden
Tegas, Presiden Terpilih Iran Ebrahim Raisi Tolak Bertemu Joe Biden untuk Membicarakan Negosiasi Nuklir
Pejabat Iran mengatakan kemenangan Raisi tidak akan mempengaruhi posisi Iran di meja negosasi.
Adalah Ayatollah Ali Khamenei yang menentukan semua kebijakan penting, bukan perdana menteri atau parlemen.
Ketika ditanya apakah dia bersedia menemui Presiden AS Joe Biden jika semua sanksi dicabut, Raisi menjawab singkat, "tidak!
Sejak era Presiden Donald Trump, Washington berusaha mengamandemen isi perjanjian untuk meredam intervensi militer Iran di Timur Tengah.
Tuntutan tersebut sempat digaungkan kembali oleh Biden, menyusul lobi politik negara-negara Arab yang melihat kebijakan Iran "mendestabilkan” kawasan.
Serupa Khamenei, Raisi menegaskan "aktivitas regional dan program peluru kendali balistik milik Iran” tidak bisa ditawar atau dinegosiasikan.
"Mereka (AS) tidak menaati perjanjian yang sudah dibuat. Bagaimana mereka mau memasuki diskusi baru?” tukas Raisi.
Saat ini Iran dikabarkan tengah berunding dengan Arab Saudi untuk meredakan ketegangan di antara kedua negara.
Menurut Raisi, dia akan menyambut normalisasi diplomasi dengan Riyadh.
"Pembukaan kedutaan besar Arab Saudi di Teheran bukan masalah bagi Iran,” kata dia.
Artikel ini sudah tayang di kompas.com di link ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mengenal-sosok-ebrahim-raisi-presiden-terpilih-iran-pengganti-hassan-rouhani.jpg)