Partisipasi Rendah, KPU Bantul Siapkan Kader Pelopor Demokrasi di Tiga Kalurahan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menyiapkan kader pelopor demokrasi. Kader Pelopor Demokrasi tersebut dibentuk untuk menyongsong Pemilu Serentak
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menyiapkan kader pelopor demokrasi.
Kader Pelopor Demokrasi tersebut dibentuk untuk menyongsong Pemilu Serentak Tahun 2024.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Bantul, Musnif Istiqomah menerangkan Kader Pelopor Demokrasi akan dibentuk di tiga kalurahan, yaitu Banguntapan, Bangunharjo, dan Ngestiharjo.
Baca juga: Lab BBTKLPP Yogyakarta Belum Temukan Sampel Covid-19 Varian Delta
Tiga kalurahan tersebut dipilih karena tingkat parisipasi pada pemilihan 2020 lalu paling rendah dibandingkan kalurahan yang lain.
Kalurahan dengan tingkat partisipasi paling rendah ialah Banguntapan dengan partiispasi sebesar 64,48 persen, disusul Ngestiharjo dengan partisipasi sebesar 66,68 persen, dan terakhir adalah Bangunharjo dengan tingkat partisipasi sebesar 76,46 persen.
"Ketiga kalurahan tersebut paling rendah dibanding kalurahan lain. Angka partisipasi juga masih di bawah rata-rata partisipasi tingkat kabupaten, yaitu 80,32 persen," terangnya, Minggu (20/06/2021).
Nantinya masing-masing kalurahan akan dibentuk 25 kader demokrasi.
Warga kalurahan tersebut bisa menjadi Kader Pelopor Demokrasi adalah warga yang berumur 17 hingga 50 tahun yang berdomisili di kalurahan tersebut.
Calon kader diutamakan warga yang aktif dalam kegiatan masyarakat seperti karang taruna, PKK, kader kesehatan, dan lain-lain.
Pihaknya juga akan memberikan pembekalan berupa materi-materi tentang nilai-nilai demokrasi, serta teknis penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.
Baca juga: MELESAT, Kasus Aktif Covid-19 di DI Yogyakarta 19 Juni 2021 Melampaui Angka Nasional dan Global
"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan masing-masing. Harapan kami pemerintah kalurahan bisa merekrut calon-calon Kader Pelopor Demokrasi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho mengatakan dalam upaya pembentukan Kader Pelopor Demokrasi, pihaknya telah menggandeng berbagai pihak. Selain pemerintah kalurahan, pihaknya juga melibatkan akademisi dari UMY.
Ia berharap Kader Pelopor demokrasi yang nantinya terbentuk dapat membentuk kader turunan berbasis padukuhan dan RT.
"Kami juga berharap agar dengan terbentuknya Kader Pelopor Demokrasi di tiga kalurahan ini dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2024 mendatang. Mengingat di tiga kalurahan tersebut partisipasinya lebih rendah dari kalurahan lain, dan dari rata-rata kabupaten," katanya. (maw)