Breaking News:

Yogyakarta

Presentase BOR RS Rujukan COVID-19 DIY Mengkhawatirkan, Sekda DIY Soroti Dua Kabupaten

Presentase penggunaan tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengkhawatirkan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bed Occupancy Rate (BOR) atau presentase penggunaan tempat tidur rumah sakit rujukan COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengkhawatirkan.

Hal itu diakui Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, yang mengklaim bahwa kasus COVID-19 paling tinggi terjadi di Kabupaten Sleman dan Bantul.

Secara otomatis okupansi tempat tidur untuk pelayanan COVID-19 di dua kabupaten itu meningkat.

"Ya sebetulnya kalau kita lihat kasusnya paling banyak di Sleman dan Bantul. Tapi sepertinya, Sleman walaupun kasusnya paling banyak tapi persediaan bednya juga banyak," kata Aji, di Kepatihan, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: Lonjakan Kasus COVID-19 Gunungkidul: Kapasitas Bed Menipis, RSUD Wonosari Kekurangan Tenaga Medis

Ia menambahkan, untuk Kota Yogyakarta juga kebutuhan banyak namun tetap terpenuhi.

Sementara dua kabupaten lain yakni Gunungkidul dan Kulon Progo, menurut Aji memiliki kasus COVID-19 yang lebih sedikit, sehingga ketersediaan bed rumah sakit juga sedikit.

"Jadi walaupun Gunungkidul dan Kulon Progo kasusnya paling sedikit, tetapi ketersediaan bed rumah sakitnya juga sedikit," tegas Aji.

Ia menyadari bahwa saat ini BOR di DIY mencapai 70 persen lebih.

Bahkan, menurutnya di Kabupaten Bantul presentase BOR di rumah sakit rujukan mencapai 95 persen.

Baca juga: Update COVID-19 DI Yogyakarta 18 Juni 2021 : Tambah 592 Kasus, 12 Pasien Meninggal

"Kalau Bantul sudah 95 persen. Kalau 95 persen itu berarti hampir penuh," ujarnya.

Dirinya meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY agar berkomunikasi dengan kepala rumah sakit rujukan COVID-19 di DIY agar dapat menambah ketersediaan bed bagi pasien.

"Jadi ditambah bed di manapun itu lebih baik. Supaya nanti kalau kasusnya membengkak, di Bantul sudah penuh bisa lari ke Kota atau ke Sleman," tegas Mantan Kepala Disdikpora DIY ini. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved