Breaking News:

Pemkab Magelang Sosialisasikan Gerakan Minum Jamu untuk Tambah Imunitas Tubuh Saat Pandemi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang galakkan sosialisasi 'Gerakan Minum Jamu' sebagai minuman herbal untuk menjaga kesehatan imun

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Sekretaris daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Disdagkop UKM, Basirul Hakim, Kepala Bagian Umum Wisnu saat mengikuti kegiatan Gerakan Minum Jamu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang galakkan sosialisasi 'Gerakan Minum Jamu' sebagai minuman herbal untuk menjaga kesehatan imun terutama di masa pandemi.

Pemerintah Kabupaten Magelang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Adi Waryanto mengatakan, minimal ada dua hal yang menjadi implikasi atau dampak positif dari minum jamu, yang pertama memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan (Imun) tubuh terutama di masa Pandemi dan ikut membantu pertumbuhan UMKM terutama pembuat jamu.

Baca juga: Obyek Wisata Pemerintah Tutup, Pelaku Usaha Kuliner di Pantai Depok Terancam Merugi

"Sehingga UMKM khususnya jamu bisa senantiasa terus berjalan, berkembang, termasuk juga membantu kesejahteraan para petani, karena bahan dasar jamu ini berasal dari empon-empon (tumbuhan kesehatan)," katanya saat sosialisasi 'Gerakan Minum Jamu' melalui zoom meeting, Jumat (18/06/2021).

Sosialiasi 'Gerakan Minum Jamu' merupakan upaya yang dilakukan serentak oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengenalkan kembali minuman tradisional asli Indonesia itu.

Sementara itu, Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, Basirul Hakim sangat mengapresiasi atas terselenggaranya gerakan minum jamu ini. 

Menurutnya gerakan minum jamu ini bisa memberi contoh kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan cara tradisional herbal yang lebih terjangkau.

"Paling tidak kita juga ikut membantu melestarikan jamu tradisional sehingga para UMKM pembuat jamu ini menjadi something buat semua orang dengan menggunakan produk yang alami/herbal," ungkapnya.

Sementara, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang juga turut hadir dalam kegiatan virtual itu, menuturkan bahwa, Gerakan Minum Jamu di Jawa Tengah harus di Gas Pol lagi.

Ia meminta agar para peneliti tentang jamu bisa menjelaskan mengedukasi kepada masyarakat, bahwa minum jamu sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.

"Supaya nanti kita semua juga bisa minum jamu dalam negeri. Jamune payu awake sehat (jamunya laku badannya sehat). Apabila itu nanti diberikan kepada para tenaga kesehatan maupun pelayan publik maka akan sangat-sangat bermanfaat," terangnya.

Baca juga: DPRD DIY Restui Opsi Lockdown di DI Yogyakarta yang Dilontarkan Sri Sultan Hamengku Buwono X

Pada kesempatan yang sama, Ganjar juga mengingatkan kembali kepada masyarakat agar selalu mematuhi Protokol Kesehatan dengan selalu menggunakan masker pada saat melakukan aktifitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Ia menyebutkan bahwa, di Pulau Jawa saat ini sedang terjadi trend kenaikan kasus Covid-19 yang cukup signifikan, yang harus segara ditangani dengan sungguh-sungguh. 

Ia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk saling mengingatkan agar selalu menerapkan 3M.

"Edukasi masyarakat terus-menerus jangan sampai bosan, ajak tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk menyiarkan kepada publik 'Ora Usah Kelayaban Sik' (tidak usah pergi dulu) maskernya wajib, kalau duduk juga pakai jarak, pesta-pesta ditunda dulu, keramaian ditunda dulu, di zona merah sekolah-sekolah Seko Omah Wae (dari rumah dulu), pokoknya kita harus kompak, kita harus bersatu," tegasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved