Breaking News:

Obyek Wisata Pemerintah Tutup, Pelaku Usaha Kuliner di Pantai Depok Terancam Merugi

Terbitnya instruksi bupati Nomor 15/Instr/2021 yang menginstruksikan agar obyek wisata yang dikelola pemerintah tutup pada Sabtu dan Minggu

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
ILUSTRASI Pantai Depok mulai ramai dipadati pengunjung, Minggu (7/6/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Terbitnya instruksi bupati Nomor 15/Instr/2021 yang menginstruksikan agar obyek wisata yang dikelola pemerintah tutup pada Sabtu dan Minggu selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro membawa dampak buruk bagi pelaku usaha di Pantai Depok. 

Ketua Koperasi Wisata Minabahari 45 Pantai Depok, Sutarlan mengatakan pihaknya sudah mengetahui informasi penutupan obyek wisata Kamis (17/06/2021) kemarin.

Hanya saja, ia menyayangkan kebijakan yang cukup mendadak. Pasalnya para pedagang kuliner di Pantai Depok sudah menyimpan stok untuk libur akhir pekan. 

Baca juga: DPRD DIY Restui Opsi Lockdown di DI Yogyakarta yang Dilontarkan Sri Sultan Hamengku Buwono X

"Kalau misalnya Senin kemarin disampaikan kalau besok Sabtu dan Minggu tutup, mungkin para pedagang juga tidak akan nyetok banyak. Ya kalau saat ini pedagang hanya pasrah, tentu menanggung kerugian," katanya, Jumat (18/06/2021).

Meski berat, namun pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah. Ia pun tidak bisa berbuat banyak, sebab pemerintah telah mengeluarkan aturan. 

"Padahal jumlah kunjungan wisata ke Pantai Depok sudah bagus, kunjungan sudah mulai kembali, ya 70 persenan. Tetapi ya kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena kan pemerintah pasti berpikir makro. Jadi pasti sudah dirembug (dibahas),"ujarnya. 

Selain berdampak pada pedagang kuliner di Pantai Depok, penutupan obyek wisata yang dikelola pemerintah juga berimbas pendapatan dari restribusi.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Ditunda, Disdikpora Gunungkidul Nyatakan Siap Ikuti Kebijakan

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengungkapkan pendapatan yang hilang selama penutupan obyek wisata mencapai Rp500juta. 

"Kemungkinan ya Rp400 sampai Rp500 juta. Kan kunjungan paling tinggi Sabtu dan Minggu. Kunjungan pada hari Sabtu biasanya 4.000 sampai 7.000, Minggu biasanya 17.000 sampai 19.000, rata-rata 20.000. karena berlaku dua pekan berarti kan sekitar 40.000 wisatawan," ungkapnya. 

Dengan dikeluarkannya Instruksi Bupati tersebut, pihaknya akan menyiapkan petugas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) untuk menginformasikan penutupan obyek wisata.

Pihaknya juga telah meminta bantuan Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri untuk memantau kemungkinan lolosnya wisatawan. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved