Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka Ditunda, Disdikpora Gunungkidul Nyatakan Siap Ikuti Kebijakan

Meroketnya penambahan kasus COVID-19 di DIY beberapa waktu terakhir membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) Juli mendatang

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Meroketnya penambahan kasus COVID-19 di DIY beberapa waktu terakhir membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) Juli mendatang berpotensi ditunda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul pun sudah melemparkan wacana serupa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Sudya Marsita mengatakan pihaknya akan mengikuti jika kebijakan itu benar-benar dikeluarkan.

Baca juga: Sri Sultan Hamengku Buwono X Pertimbangkan Beban Pelayanan Rumah Sakit di Perbatasan DIY-Jateng

"Tentu akan kami ikuti (penundaan PTM), jika memang keputusannya demikian," kata Sudya dihubungi pada Jumat (18/06/2021).

Ia menilai pandemi COVID-19 masih menjadi hal yang serius, sehingga pihaknya pun harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Termasuk jika harus menunda PTM nantinya.

Terlepas dari itu, Sudya mengatakan secara umum pihaknya sudah siap dengan pelaksanaan PTM. Ia berkaca dari sudah adanya petunjuk teknis (juknis) hingga kesiapan satuan pendidikan jenjang SD-SMP di Gunungkidul.

"Tapi memang saat pelaksanaan nantinya ada kasus, tentu harus kembali dilakukan secara daring," jelasnya.

Jika nantinya pembelajaran tetap dilakukan secara daring, Sudya mengatakan sebagian besar fasilitas pendukung sudah memadai. Salah satunya jaringan internet yang dipasang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Menurutnya, saat ini sudah ada 51 sekolah yang terpasang jaringan internet. Rencananya akan ditambah sebanyak 30 titik lain untuk mengatasi kesulitan sinyal alias blank spot di wilayah tersebut.

"Kemampuan tenaga pengajar juga sudah ditingkatkan untuk pembelajaran daring lewat berbagai pelatihan," kata Sudya.

Baca juga: Lonjakan Kasus COVID-19 Gunungkidul: Kapasitas Bed Menipis, RSUD Wonosari Kekurangan Tenaga Medis

Ia pun memaklumi jika saat ini banyak wali pelajar yang ingin PTM di sekolah kembali dilakukan. Namun ia berharap mereka bersabar mengingat situasi pandemi masih sulit diprediksi.

Terkait penundaan PTM, Bupati Gunungkidul Sunaryanta memilih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Alasannya, wewenang ada di sana.

"Ada patokan zona (kerawanan) untuk itu, kami juga lihat perkembangannya seperti apa ke depan," katanya.

Wacana penundaan PTM sendiri sudah dilayangkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul Heri Susanto beberapa waktu lalu. Usulan disampaikan melihat lonjakan kasus baru COVID-19 yang terus terjadi akhir-akhir ini. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved