Breaking News:

Jawa

Revitalisasi Rawa Jombor Klaten, Begini Komentar Pengelola Warung Apung dan Keramba Apung

Sejumlah pengelola warung apung dan keramba jaring apung di Rawa Jombor berharap adanya solusi sebelum dimulainya pengerjaan fisik penataan kawasan.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Penampakan suasana warung apung yang berada di Rawa Jombor Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Selasa (25/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah pengelola warung apung dan keramba jaring apung (KJA) di kawasan obyek wisata Rawa Jombor yang berada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten berharap adanya solusi terbaik sebelum dimulainya pengerjaan fisik penataan kawasan tersebut.

Hal itu diminta oleh pengelola warung apung dan keramba jaring apung saat mengikuti sosialisasi revitalisasi kawasan Rawa Jombor di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (16/6/2021).

"Untuk warung apung belum setuju dengan sosialisasi tadi. Kami minta biaya pembongkaran tadi disebut tidak ada uangnya," ujar Samsir dan Mukhid pengelola warung apung pada awak media seusai sosialisasi itu.

Baca juga: Warung Apung Rawa Jombor Klaten Bakal Dipindah ke Daratan, Begini Tanggapan Pengunjung

Ia mengatakan, seandainya warung apung semuanya tetap diminta untuk dibongkar, para pengelola juga bingung menaruh semua material warung tersebut di mana.

"Kalau itu dibongkar itu mau dipasang di mana. Selain itu, tempat pemindahannya juga belum jelas, modelnya seperti apa dan nanti juga kayak apa," ucapnya.

Ia pun berharap adanya solusi terbaik dari para pemangku kebijakan sebelum dimulainya revitalisasi tersebut.

Sementara, Slamet Riyadi pengelola Keramba Jaring Apung (KJA) meminta pembongkaran KJA setelah ikan-ikan yang ada di KJA dipanen.

"Semalam kami sudah berembuk dengan semua pengelola KJA, kalau bisa ya kami biarkan panen dulu, Setelah itu baru dilakukan revitalisasi," ucapnya.

Baca juga: Penataan Rawa Jombor Klaten, Mulai dari Pembangunan Dermaga, Pedestrian hingga Plaza Kuliner

Ia menjelaskan, hingga tenggat waktu tanggal akhir Juli 2021, ikan-ikan yang ada di KJA Rawa Jombor belum bisa di panen.

Ikan-ikan tersebut baru akan bisa di panen sekitar tiga bulan ke depan.

"Ikan itu totalnya sekitar Rp6 miliar duitnya. Itu sekitar 162 ton bibit ikan yang disebar dari semua keramba yang ada," ucapnya.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Klaten, Ronny Roekmito mengatakan jika pihaknya memahami keberatan yang dirasakan oleh warga tersebut.

"Kalau keberatan pastinya, sebenarnya ini sudah lama diberitahukan kepala desa Krakitan karena ini bersangkutan dengan faktor ekonomi, namun dari BBWS akan ada rembukan lagi untuk peluangnya bagaimana," katanya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved