Breaking News:

Berita Kesehatan

Penderita Diabetes Berisiko Terkena Serangan Jantung Senyap, Ini Penjelasannya

Serangan jantung ini disebut senyap karena gejalanya sangat tersamar hingga penderitanya tak menyadari tanda-tanda tersebut

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Serangan jantung kerap kali terjadi secara tiba-tiba. Bahkan orang yang tampaknya sehat pun bisa terkena serangan jantung. Namun serangan jantung sebenarnya bisa dikenali tanda-tandanya. Gejala klasik serangan jantung semisal nyeri di bagian dada, nafas sesak hingga merasakan sensasi beben berat di bagian dada. Namun tidak semuanya selalu seperti itu.

Ada yang namanya serangan jantung senyap yang dalam bidang medis dikenal dengan istilah silent myocardial infarction (SMI).

Baca juga: Nyeri Dada Tak Selalu Dipicu Penyakit Jantung, Ini Daftar Penyebabnya

Serangan jantung ini disebut senyap karena gejalanya sangat tersamar hingga penderitanya tak menyadari tanda-tanda tersebut. Karena hal itulah maka Anda sebaiknya lebih waspada. Lantaran ini sama bahayanya dengan serangan jantung secara umum.

Berikut penjelasan tentang serangan jantung senyap sebagaimana dilansir insider dalam wawancaranya dengan kardiolog pusat kesehatan jantung Saint John, Nicole Weinberg.

Apa itu serangan jantung senyap?

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Circulation pada 2015 lalu, berhasil mengungkap apa itu serangan jantung senyap.

Penelitian ini melibatkan hampir 10 ribu partisipan yang dilibatkan untuk membandingkan antara serangan jantung 'biasa' dan serangan jantung senyap.

Mereka menemukan bahwa nyaris separuh responden mengaku pernah mengalami serangan jantung senyap.

Mengutip data dari American Academiy of Family Pgysicians (AAFP) bahwa tanda-tanda yang kerap kali tak disadari meliputi dada terasa panas, ada rasa tidak nyaman di bagian dada, punggung dan juga nafas pendek.

Gejala-gejala serangan jantung senyap ini kerap kali keliru dikenali sebagai gejala gangguan kesehatan lainnya, semisal nyeri dada biasa.

Gejala tersebut tidak begitu menyakitkan, namun Weinberg mengingatkan bahwa ini sama saja merupakan serangan jantung.

Baca juga: 4 Langkah Membuat Jantung Lebih Sehat Agar Terhindar dari Risiko Serangan Jantung

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved