Breaking News:

Update Corona di DI Yogyakarta

Tracing Sebaran COVID-19 di Bausasran Berlanjut, 47 Kontak Erat Segera Jalani Swab Test

Saat ini, totalnya ada 47 orang yang masuk kategori kontak erat dengan 43 warga yang telah dinyatakan terpapar corona.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Upaya tracing terhadap sebaran COVID-19 di Bausasran, Danurejan, Kota Yogyakarta terus berlanjut.

Saat ini, totalnya ada 47 orang yang masuk kategori kontak erat dengan 43 warga yang telah dinyatakan terpapar corona.

Saat dikonfirmasi Senin (14/6/21), Lurah Bausasran, Akhmad Yuliantara sekaligus menepis deretan berita yang menyebut jumlah kasus di wilayahnya mencapai 70.

Ia mengatakan, warga yang terpapar COVID-19, masih di angka 43 orang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sebaran Masif Covid-19 Muncul di Bausasran Yogyakarta, 70 Warga Terpapar Virus Corona

"43 orang positif, dari situ terus tracing, kita cari kontak erat untuk dilakukan test PCR. Ada 90 total yang kita tracing ya, termasuk warga yang sudah positif itu," ujar Yuliantara.

Menurutnya, jadwal swab untuk para kontak erat tersebut, juga sudah ditentukan oleh Puskesmas.

Sementara, sembari menunggu jadwal test PCR, warga pun diarahkan menjalani karantina mandiri dengan pengawasan satgas setempat.

"Jadwal swab ada yang besok, tanggal 15, ada tanggal 16, disesuaikan dengan jadwal di Puskesmas. Sekarang mereka sudah isolasi mandiri diawasi satgas COVID-19," katanya.

"Kemudian, untuk warga yang sudah dinyatakan positif, ada yang isolasi di selter 13 orang, terus sebagian di rumah, itu yang OTG.

Baca juga: Muncul Sebaran Masif Covid-19 di Bausasran, Pemkot Yogyakarta Minta Warga Tak Abaikan Prokes

Lalu, ada 3 yang opname di rumah sakit, karena ada komorbid dan sudah lanjut usia," imbuh Yuliantara.

Lebih lanjut, dirinya juga mengklarifikasi adanya RT yang sampai di-lockdown, atau pembatasan aktivitas warganya, karena tingkat penularan yang masif. Ia berujar, langkah tersebut hanya dilakukan di beberapa kediaman saja.

"Posisi lockdown pun kita tidak satu RT, tapi hanya 3 rumah, dan ada di satu RT. Kebetulan ketiga rumah itu berjejeran ya, terus ditutup di sebelah timur dan baratnya," jelasnya.

"Warga tidak boleh melewati lokasi tersebut, harus muter. Jadi, hanya sebatas itu saja, tidak sampai satu RT," pungkas Yuliantara. ( Tribunjogja.com  )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved